Ruteng, NTT, Indometro.id – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Flores magnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 terus berdatangan. Kali ini, perhatian dan empati hadir dari Paroki Kristus Raja Mbaumuku Ruteng.
Paroki yang berada di Kota Ruteng tersebut menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak gempa, sekaligus menyediakan layanan trauma healing bagi anak-anak, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku itu dimulai sekitar pukul 08.00 WITA dan berlangsung hingga selesai.
Pelayanan dibagi menjadi dua bagian. Warga terdampak mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan, sementara anak-anak mengikuti kegiatan trauma healing untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang masih mereka rasakan setelah gempa.
Pasalnya, hingga kini warga masih merasakan sejumlah gempa susulan meskipun intensitas getarannya semakin lemah.
Pastor Paroki Kristus Raja Mbaumuku Ruteng, RD Leonardus Eventius Noveri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran gereja bersama masyarakat yang terdampak bencana.
“Mereka tidak sendirian, gereja selalu hadir untuk warga terdampak. Tidak perlu takut berlebihan, tidak perlu cemas berlebihan,” ujar Romo Ardus.
Menurutnya, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak karena kelompok tersebut dinilai paling rentan mengalami dampak psikologis setelah bencana.
Karena itu, tim tanggap darurat Paroki Kristus Raja Mbaumuku mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai, khususnya melalui Forum Anak Kabupaten Manggarai (FAKAM), untuk menghadirkan layanan trauma healing.
“Anak-anak tidak boleh dibiarkan berada dalam ketakutan terus-menerus. Karena itu kami berkoordinasi dengan DP3A Manggarai untuk menyiapkan trauma healing bagi mereka,” jelas Romo Ardus.
Paroki Data 22 Warga Terdampak
Romo Ardus menjelaskan, setelah gempa bumi terjadi, Paroki Kristus Raja Mbaumuku langsung melakukan pendataan terhadap umat dan warga yang terdampak.
Dari hasil pendataan tersebut, terdapat 22 warga Paroki Kristus Raja Mbaumuku yang rumahnya mengalami kerusakan, baik yang hancur maupun retak-retak.
Setelah data terkumpul, pihak paroki kemudian menggalang donasi dari para donatur untuk membantu warga terdampak.
Bantuan tahap pertama kepada 22 warga tersebut telah disalurkan. Dalam proses penyaluran bantuan, tim tanggap darurat paroki sekaligus melakukan kunjungan langsung ke rumah maupun lokasi pengungsian warga.
“Romo Alfons yang mendampingi saat distribusi bantuan,” kata Romo Ardus.
Dari hasil kunjungan tersebut, paroki menemukan bahwa sebagian warga mengungsi karena rumah mereka roboh. Sebagian lainnya memilih mengungsi karena masih mengalami trauma dan takut terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kondisi pengungsian di tenda darurat juga menjadi perhatian. Warga yang tidur di tenda berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat udara dingin maupun paparan debu.
Kondisi tersebut kemudian mendorong Paroki Kristus Raja Mbaumuku untuk menggelar pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis bagi warga terdampak.
Terbuka untuk Semua Warga
Romo Ardus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Katolik.
Pemeriksaan kesehatan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun golongan.
“Kita tidak boleh eksklusif, tetapi harus terbuka untuk semua,” tegasnya.
Bahkan, kata dia, terdapat dua keluarga Muslim dalam data warga terdampak yang diajukan pihak paroki kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk mendapatkan pelayanan.
Romo Ardus juga mengajak warga yang belum terdata agar proaktif melaporkan kondisi mereka kepada pihak terkait sehingga dapat memperoleh perhatian dan bantuan.
“Kita harus peduli kepada sesama. Jika ada warga atau umat yang belum didata, harus proaktif melaporkan kepada pihak terkait. Tidak usah cemas, tidak usah takut, selalu ada orang baik yang siap membantu,” ujarnya.
Apresiasi Relawan dan Petugas di Lapangan
Romo Ardus turut mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada seluruh pihak yang selama masa tanggap darurat bekerja membantu warga terdampak gempa.
Menurutnya, para relawan, tenaga kesehatan, petugas posko, TNI, Polri, pemerintah, BNPB, BPBD hingga para donatur telah bekerja siang dan malam untuk membantu masyarakat.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menyalahkan atau mencaci petugas yang berada di lapangan.
“Mari kita dukung mereka yang selalu peduli kepada warga terdampak, baik relawan, tenaga kesehatan, mereka yang berada di posko, TNI, Polri maupun para donatur yang bekerja siang malam membantu korban terdampak,” katanya.
“Terkadang mereka di lapangan dicaci maki, padahal mereka bekerja untuk membantu warga terdampak. Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas segala usaha dan pengorbanan mereka,” tutup Romo Ardus.
Pelayanan Kesehatan ‘Peluk Sehat Mobalie’
Sementara itu, petugas kesehatan yang ditemui di lokasi, Iwan Hari Baik menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari program “Peluk Sehat Mobalie” yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai selama masa tanggap darurat bencana.
Pelayanan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dan dokter relawan, di antaranya dokter relawan dari Universitas Indonesia (UI) dan UPN Veteran Jawa Timur.
Tim yang terlibat terdiri dari tiga dokter relawan, satu analis, dua dokter intensif, serta dua mahasiswa kedokteran dari UPN Veteran Jawa Timur.
Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan atas permintaan Paroki Kristus Raja Mbaumuku. Selain memberikan pelayanan di lokasi, tim kesehatan juga melakukan pelayanan secara mobile dengan mendatangi langsung masyarakat yang terdampak gempa.
Pelayanan kesehatan mobile tersebut telah dilakukan sejak 16 Agustus 2026, baik pada siang maupun malam hari.
Istilah “mobile” berarti tim kesehatan mendatangi langsung masyarakat terdampak untuk memberikan pelayanan medis. Para dokter relawan menjalankan tugas selama beberapa hari hingga beberapa minggu sesuai dengan surat tugas yang diberikan.
Jenis penyakit yang diperiksa cukup beragam, sesuai dengan keluhan warga terdampak.
Alur pelayanan dimulai dari pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dengan dokter, pemeriksaan medis, hingga pemberian obat.
Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan hampir setiap hari selama masa tanggap darurat, tutur Iwan.
Ratusan Warga Antusias Periksa Kesehatan
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ratusan warga terdampak gempa tampak berdatangan dan mengantre di loket pelayanan yang telah disediakan panitia.
Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi dengan tenaga medis terkait berbagai keluhan yang mereka alami setelah gempa.
Di lokasi yang sama, tim DP3A Kabupaten Manggarai bersama Forum Anak Kabupaten Manggarai juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa.
Sekitar 50-an anak terlihat mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan diawali dengan bernyanyi bersama. Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan yang dibagi ke dalam sembilan kelompok berdasarkan usia.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran akibat bencana berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak tampak menikmati permainan dan berinteraksi bersama para pendamping dari Forum Anak Kabupaten Manggarai.
Kegiatan trauma healing tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak mengurangi rasa takut, membangun kembali rasa aman, serta memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana gempa bumi Flores magnitudo 7,7. (****)





Posting Komentar untuk "Paroki Kristus Raja Mbaumuku Gelar Pengobatan Gratis dan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa Flores M7,7"