Reduce bounce ratesindo Asa Buruh PT Saraswanti Paser di Tengah Ironi Perkebunan Sawit - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Asa Buruh PT Saraswanti Paser di Tengah Ironi Perkebunan Sawit

Caption:foto tim Turc

PASER, indometro.id — Di balik hijau hamparan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tersimpan jejak-jejak keringat dan penderitaan para pekerja lapangan. Di atas tanah kaya yang menghasilkan komoditas ekspor bernilai miliaran rupiah ini, sebagian buruh sawit PT Saraswanti justru merasa terperangkap dalam sistem kerja yang mereka sebut sebagai fenomena "penjajahan modern."

Para buruh menghadapi realitas pahit akibat penerapan target beban kerja yang kian melambung tinggi. Banyak dari mereka terjebak status Buruh Harian Lepas (BHL) selama bertahun-tahun tanpa ada status jelas maupun kepastian pensiun.

"Kami memanen emas hijau setiap hari untuk perusahaan, tetapi untuk membawa pulang cukup beras bagi keluarga saja kami harus mandi keringat hingga malam. Kalau target tidak tercapai, upah dipotong," ungkap seorang buruh lapangan yang enggan disebutkan namanya.

Target kuota panen harian yang terlalu tinggi memaksa keterlibatan anggota keluarga. Akses air bersih, perumahan karyawan, serta alat perlindungan diri (APD) sangat terbatas.

Ketimpangan antara kontribusi buruh dan apa yang mereka dapatkan memperlihatkan bagaimana praktik hubungan kerja di sektor perkebunan masih rentan terhadap eksploitasi. Ketika harga kebutuhan pokok terus melonjak di daerah lingkar tambang dan sawit, para buruh tidak memiliki pilihan selain terus bertahan hidup di bawah tekanan sistemik.

Serikat buruh lokal terus mendesak pemerintah daerah serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Paser untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat. Tanpa adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan perusahaan, janji kesejahteraan di bumi Benuo Taka hanya akan menjadi angan-angan bagi mereka yang memeras keringat di barisan pohon sawit.

Posting Komentar untuk "Asa Buruh PT Saraswanti Paser di Tengah Ironi Perkebunan Sawit"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?