Pesawaran, indometro.id – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di UPTD SDN 15 Way Lima, Kabupaten Pesawaran, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp748.390.490, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme pelaksanaan program.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pelaksanaan kegiatan tercatat dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPTD SDN 15 Way Lima.
Kepala UPTD SDN 15 Way Lima, Heri, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya sejumlah pekerja yang diduga berasal dari luar daerah. Selain itu, diperoleh informasi bahwa pekerjaan diduga diborongkan kepada pihak lain, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan proyek dengan mekanisme bantuan pemerintah yang dilaksanakan melalui P2SP.
Saat dimintai keterangan mengenai besaran upah tenaga kerja, Heri mengaku belum mengetahui nominal upah yang diterima para pekerja.
"Prosentasenya tanyakan langsung ke ketua panitia," kilahnya, Kamis (09/07/2026).
Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait transparansi pengelolaan kegiatan, mulai dari mekanisme perekrutan tenaga kerja, sistem pembayaran upah, hingga dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam pelaksanaan pekerjaan.
Apabila benar terdapat pemborongan pekerjaan kepada pihak lain, maka hal tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak berwenang untuk memastikan pelaksanaan program tetap sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemborongan pekerjaan maupun sistem pembayaran upah tenaga kerja. (*)



Posting Komentar untuk "Revitalisasi SDN 15 Way Lima Disorot, Diduga Diborongkan dan Upah Pekerja Tak Jelas"