Ketapang, 26 Juli 2026.Kami dari Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Orang Melayu (DPD POM) Kabupaten Ketapang tidak bisa lagi diam melihat penderitaan rakyat di lapangan. Apa yang terjadi dalam seminggu terakhir di Kabupaten Ketapang ini sudah keterlaluan dan sangat memprihatinkan.
Antrean kendaraan mengular ratusan meter di hampir semua SPBU. Sopir truk, ojek, nelayan, ibu-ibu, semua berjam-jam kepanasan hanya untuk mendapatkan BBM. Roda ekonomi rakyat kecil lumpuh. Ini bukan lagi antrean biasa, ini adalah bentuk nyata dari gagalnya tata kelola distribusi BBM di Ketapang!
Dari investigasi dan laporan masyarakat yang masuk ke kami, ada dua penyebab utama yang saling terkait:
Pertama, adanya keterlambatan dan ketidakjelasan pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU-SPBU di Ketapang. Kami bertanya, ada apa? Mengapa daerah sebesar Ketapang yang kaya Sumber Daya Alam, rakyatnya harus mengemis BBM seperti ini? Kami minta Pertamina buka-bukaan data. Berapa kuota Ketapang? Berapa yang dikirim? Berapa yang nyatanya sampai ke SPBU? Jangan ada yang ditutup-tutupi!
Kedua, akibat kepanikan yang dipicu oleh kelangkaan itu, terjadi panic buying massal. Masyarakat yang biasanya beli di pengecer kampung, karena pengecer kosong, terpaksa semuanya tumpah ruah ke SPBU. Ini bom waktu yang meledak karena tidak ada solusi dari hulu.
Jika kondisi ini dibiarkan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin sengsara. Rakyat kecil yang jadi korban.
Oleh karena itu, DPD Persatuan Orang Melayu Kabupaten Ketapang dengan tegas menyatakan sikap dan menuntut:
1. Mendesak Bupati Ketapang dan DPRD Ketapang Turun Langsung Ke Lapangan. Jangan hanya duduk di kantor ber-AC. Sidak semua SPBU. Panggil Pertamina. Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri.
2. Meminta Pertamina Menambah Pasokan Darurat dan Membuka Posko Informasi. Kami minta dalam 1x24 jam ada penambahan suplai dan ada papan informasi resmi di setiap SPBU tentang jam datangnya BBM, agar rakyat tidak antre buta seharian.
3. Solusi Nyata: Berikan Jatah Resmi Kepada Pengecer Dengan Pengawasan Super Ketat. Ini akar masalahnya. Selama ini pengecer dianggap ilegal, tapi faktanya 70% masyarakat di pedalaman, di desa-desa, di pesisir, hidupnya bergantung pada pengecer. Matikan pengecer, maka semua orang akan menyerbu SPBU. Solusinya bukan mematikan pengecer, tapi LEGALKAN dan AWASI. Berikan alokasi khusus kepada pengecer binaan yang terdaftar, pakai sistem kupon, pakai barcode, pakai harga yang diawasi, agar distribusi merata sampai ke pelosok dan antrean di kota pecah.
4. Bongkar Dugaan Permainan Oknum! Ini yang paling penting.
Kami menerima banyak laporan dan ini harus diusut tuntas oleh APH:
a. Modus Truk dan Pickup Berkedok Desa/Kecamatan: Kami minta Polres Ketapang dan Dinas terkait awasi ketat mobil-mobil bak dan truk yang membawa surat jalan mengatasnamakan keperluan desa atau kecamatan dengan jumlah ratusan liter. Kami curiga banyak yang fiktif! Cek langsung ke desanya, ada tidak kegiatan tersebut? Jangan sampai BBM subsidi untuk rakyat kecil malah masuk ke tambang ilegal, ke kebun-kebun besar, atau ditimbun oleh cukong.
b. Modus Pertamini Oplosan dan Penipu Harga: Ini kejahatan terhadap konsumen. Kami minta Disperindag dan Aparat menindak TEGAS pertamini yang mengoplos Pertalite dengan Pertamax, yang menjual Pertalite tapi memajang tulisan Pertamax dan menjual dengan harga Pertamax. Ini penipuan! Rakyat sudah susah, jangan ditipu lagi. Sikat, cabut izinnya, pidanakan!
5. Himbauan Keras Untuk Masyarakat Ketapang:
Kami tahu kita sedang susah, tapi kita orang Melayu diajarkan untuk bersabar dan menjaga marwah.
• Jangan Panic Buying. Beli seperlunya. Kalau kita serakah, saudara kita yang lain tidak dapat. • Jangan Timbun BBM di Rumah. Itu sangat berbahaya, bisa meledak dan merugikan orang lain. • Stop Sebar Hoaks. Jangan mudah percaya isu BBM akan hilang sebulan. Saring sebelum sharing. Percaya hanya pada info resmi. • Jaga Adab Saat Antre. Jangan serobot, jangan emosi. Kita semua susah, tunjukkan kita orang Ketapang yang beradab.
Ketapang ini tanah kaya, jangan biarkan rakyatnya miskin di atas kekayaannya sendiri. Jangan biarkan rakyat Ketapang terhina hanya untuk seliter BBM.
Kami cinta Ketapang tetap kondusif, aman, dan tertib. Tapi kondusif itu harus hadir dari keadilan distribusi, bukan dari rakyat yang dipaksa diam menahan susah.
Persatuan adalah Kekuatan. Dengan kebersamaan dan keberanian, setiap kebobrokan dapat kita bongkar dan setiap persoalan dapat kita selesaikan demi Ketapang yang Bermartabat!
SUMBER: M. RUSDI AL PAWANI
PELIPUT: Usman



Posting Komentar untuk "Pernyataan Sikap Resmi DPD Persatuan Orang Melayu Kabupaten Ketapang Terhadap Kelangkaan dan Carut-Marut Distribusi BBM di Ketapang"