Reduce bounce ratesindo Pentas Budaya Caci Semarakkan Pesta Emas Paroki Rii, Teguhkan Nilai Persaudaraan Manggarai - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Pentas Budaya Caci Semarakkan Pesta Emas Paroki Rii, Teguhkan Nilai Persaudaraan Manggarai

 




















Ruteng, NTT, Indometro.id - Di bawah langit cerah Beamese, denting gong dan tabuhan gendang memecah keheningan. Sorak-sorai ribuan penonton menyatu dengan langkah para penari yang memasuki arena. Di Lapangan Sepak Bola Paroki Santo Antonius Padua Rii, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, tradisi Caci kembali hidup sebagai simbol persaudaraan dalam perayaan Pesta Emas 50 Tahun Paroki Rii.

Selama dua hari, 28–29 Juli 2026, masyarakat larut dalam suasana budaya yang penuh makna. Kehadiran rombongan Meka Ronda dari Bilas, Paroki Ranggu, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, disambut hangat oleh umat Paroki Rii. Pertemuan dua komunitas ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan kekeluargaan lintas wilayah.

Bagi masyarakat Manggarai, Caci bukan hanya adu ketangkasan. Di balik cambuk yang diayunkan dan perisai yang ditangkiskan, tersimpan nilai-nilai keberanian, sportivitas, penghormatan, serta persaudaraan yang diwariskan turun-temurun.




















Pastor Paroki Santo Antonius Padua Rii, Romo Tarsi, menegaskan bahwa permainan Caci memiliki makna budaya dan spiritual yang jauh melampaui sebuah hiburan.

"Permainan Caci bukan sekadar seremonial. Ini adalah warisan budaya Manggarai yang mempererat persahabatan dan persaudaraan. Karena itu para pemain harus mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta menampilkan seni memukul, seni menangkis, seni menari atau jengkeng, sekaligus menjaga etika dan penampilan," ujarnya.

Romo Tarsi juga mengingatkan seluruh peserta agar menjauhi minuman keras oplosan maupun konsumsi alkohol secara berlebihan yang dapat memicu tindakan anarkis dan mencederai semangat Pesta Emas Paroki.

Menurutnya, sebagai tuan rumah, umat Paroki Rii memiliki tanggung jawab untuk menyambut dan melayani tamu dengan penuh hormat sebagaimana menerima keluarga sendiri.

Pesan senada disampaikan tokoh adat Kampung Rii, Ignasius Damar. Ia mengaku bersyukur atas kehadiran keluarga dari Bilas yang semakin menyempurnakan sukacita perayaan lima dekade perjalanan Paroki Rii.

"Kehadiran ase kae dari Bilas sungguh menghibur umat dan melengkapi rasa syukur kami. Karena itu kita harus menjadi tuan rumah yang baik dan melayani tamu dengan sepenuh hati," katanya.

Sebelum pertandingan dimulai, Panitia Lapangan Hariyanto Dala, yang akrab disapa Pa Yanto, membacakan tata tertib permainan. Aturan tersebut menjadi komitmen bersama agar seluruh pemain mengedepankan nilai seni, sportivitas, serta menghindari tindakan yang dapat memicu keributan selama pertandingan berlangsung.











Sepanjang pelaksanaan, arena Caci dipadati masyarakat dari berbagai daerah. Diperkirakan lebih dari 5.000 penonton memadati lapangan sepak bola Paroki Rii untuk menyaksikan setiap ayunan cambuk, gerak tari, serta irama gong yang menggema tanpa henti.

Perayaan budaya ini juga dihadiri Romo Beni, Pr., dari Bilas Ranggu bersama ayahnya serta Pastor Paroki Ranggu. Kehadiran mereka semakin menegaskan eratnya ikatan persaudaraan antara kedua paroki.

Ketika rangkaian kegiatan ditutup pada 29 Juli 2026 pukul 10.00 WITA, yang tersisa bukan sekadar jejak pertandingan, melainkan pesan bahwa Caci tetap menjadi warisan budaya Manggarai yang mampu menyatukan masyarakat dalam semangat persaudaraan, penghormatan, dan kebersamaan.

Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Rii pun tidak hanya dikenang sebagai perayaan usia, tetapi juga sebagai momentum menghidupkan kembali identitas budaya Manggarai yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Yos Geong dan Tim.

Posting Komentar untuk "Pentas Budaya Caci Semarakkan Pesta Emas Paroki Rii, Teguhkan Nilai Persaudaraan Manggarai "

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?