Pesawaran, indometro.id – Sejumlah warga Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, bergotong royong memperbaiki jalan desa secara swadaya. Seluruh biaya perbaikan disebut berasal dari masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah desa.
"Kami sedang melakukan perbaikan jalan. Anggarannya swadaya masyarakat yang dibiayai oleh warga," ujar salah seorang warga.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai peran pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur. Warga mempertanyakan mengapa perbaikan jalan yang merupakan fasilitas umum harus dilakukan secara swadaya. Bahkan, salah seorang pekerja sempat berkelakar, "Kalau nunggu desa kelamaan," ucapnya sambil tertawa.
Fenomena ini dinilai mencerminkan sejumlah persoalan dalam tata kelola pemerintahan desa, di antaranya lemahnya perencanaan pembangunan infrastruktur, kurangnya transparansi penggunaan Dana Desa, serta lambannya respons pemerintah desa terhadap kerusakan jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Selain itu, warga menilai prioritas penggunaan Dana Desa belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan utama masyarakat, khususnya pembangunan dan pemeliharaan akses jalan. Minimnya keterbukaan informasi mengenai alasan belum dilaksanakannya perbaikan jalan juga menimbulkan kekecewaan di kalangan warga. Mereka berharap aspirasi masyarakat dapat lebih diakomodasi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Di sisi lain, pembangunan jalan secara swadaya tanpa pendampingan teknis dari instansi terkait maupun pengawasan yang memadai dikhawatirkan berdampak pada kualitas dan ketahanan konstruksi jalan dalam jangka panjang.
Untuk memperoleh konfirmasi, media ini telah berupaya menghubungi Kepala Desa Cimanuk melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun hingga saat ini nomor yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum dapat dimintai keterangan. Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Cimanuk belum memberikan tanggapan resmi. (PS)



Posting Komentar untuk "Jalan Desa Cimanuk Dibangun Swadaya oleh Warga, Penggunaan Dana Desa Dipertanyakan"