Tulungagung-Ahmad Baharudin terus bergerak memperkuat program perlindungan sosial dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di Tulungagung. Keseriusan itu ditunjukkan melalui audiensi khusus bersama Saifullah Yusuf di Kementerian Sosial RI, Jakarta, Selasa (12/05/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat sekaligus menyinkronkan sejumlah program prioritas daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
Dalam audiensi itu, Plt Bupati Ahmad Baharudin memaparkan tiga fokus utama yang saat ini menjadi perhatian Pemkab Tulungagung, yakni pembangunan Sekolah Rakyat, penguatan Universal Health Coverage (UHC), serta optimalisasi DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sarana pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat kurang mampu agar memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Selain itu, Pemkab Tulungagung juga terus mendorong program UHC guna memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya. Sedangkan DTSEN dioptimalkan agar data kesejahteraan sosial semakin akurat sehingga penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Baharudin turut didampingi Pj Sekda Tri Hariadi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung. Audiensi diterima langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama Sekjen Kemensos Robben Rico.
“Kunjungan ini penting untuk memastikan program Sekolah Rakyat dan pelayanan sosial di Tulungagung mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” ujar Ahmad Baharudin.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Tulungagung berharap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi dan menjadi solusi nyata dalam membuka akses pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pelayanan sosial yang berkelanjutan di Tulungagung.



Posting Komentar untuk "Jemput Restu Kemensos, Pemkab Tulungagung Matangkan Program Sekolah Rakyat"