Ternak Liar Kembali Makan Korban, Layanan Kesehatan Dipertanyakan
indometro.id |BUALEMO, Kecelakaan tunggal kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bualemo, Minggu (05/04/2026), menambah daftar panjang insiden yang diduga kuat dipicu oleh lemahnya pengawasan terhadap ternak yang dibiarkan berkeliaran bebas.
Peristiwa nahas tersebut menimpa pasangan suami istri yang tengah berboncengan sepeda motor di Desa Toiba. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang mereka kendarai menabrak seekor sapi yang berada di badan jalan. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan sang istri tidak sadarkan diri di lokasi kejadian, sementara sepeda motor mengalami kerusakan parah.
Warga sekitar yang memberikan pertolongan pertama langsung berupaya mengevakuasi korban ke Pustu Desa Toiba. Namun, ironisnya, fasilitas kesehatan tersebut dalam kondisi tutup tanpa kehadiran petugas medis. Kondisi ini memaksa warga mengambil inisiatif lain dengan membawa korban menggunakan mobil pengangkut kopra yang kebetulan melintas menuju pabrik Bimoli di Luwuk, untuk mendapatkan penanganan medis di Pustu terdekat di Desa Trans Mayayap.
Kejadian ini kembali menyoroti dua persoalan krusial di Kecamatan Bualemo: lemahnya penertiban ternak serta minimnya kesiapsiagaan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa keberadaan ternak yang berkeliaran di jalan bukanlah hal baru. Insiden serupa disebut telah berulang kali terjadi, bahkan nyaris menelan korban jiwa sebelumnya. Namun hingga kini, upaya penegakan aturan terkait tertib ternak dinilai belum berjalan optimal.
Di sisi lain, tutupnya Pustu saat kondisi darurat juga memunculkan pertanyaan serius terkait standar pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Akses terhadap pertolongan pertama seharusnya menjadi prioritas, terutama di daerah yang rawan kecelakaan.
Sorotan tajam pun diarahkan kepada pihak pemerintah Kecamatan Bualemo bersama aparat terkait, termasuk kepolisian sektor setempat, untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Sinergi lintas sektor dinilai mendesak guna memastikan penertiban ternak berjalan efektif, sekaligus menjamin kesiapan fasilitas kesehatan dalam merespons kondisi darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kecamatan maupun aparat kepolisian terkait langkah penanganan lanjutan atas kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam pengawasan dan pelayanan dasar dapat berujung pada risiko keselamatan masyarakat. Evaluasi menyeluruh dan tindakan nyata kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.



Posting Komentar untuk "Ternak Liar Kembali Makan Korban, Layanan Kesehatan Dipertanyakan"