Reduce bounce ratesindo Klarifikasi Muallim Taher: Postingan Viral “Suntan Dijunjung Spam” Bukan Soal SARA atau Adat - Indometro Media

Klarifikasi Muallim Taher: Postingan Viral “Suntan Dijunjung Spam” Bukan Soal SARA atau Adat


Pesawaran, indometro.id — Polemik di media sosial terkait sebuah unggahan yang dianggap menyinggung adat akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pemilik akun Facebook, Muallim Taher. Ia menegaskan bahwa konten yang diunggah tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) maupun adat istiadat.

Muallim Taher menjelaskan, kesalahpahaman muncul akibat penafsiran sepihak dari sejumlah pihak terhadap isi unggahannya. Ia memastikan tidak pernah memiliki niat untuk menghina atau menyinggung kelompok tertentu.

Terkait adanya laporan pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Pesawaran pada 20 April 2026, ia menduga hal tersebut dipicu oleh kepentingan tertentu. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa unggahannya tidak memiliki unsur SARA ataupun muatan penghinaan terhadap adat.

Postingan yang menjadi sorotan publik berbunyi “SUNTAN DIJUNJUNG SPAM”. Kalimat ini sempat ditafsirkan sebagian pihak berkaitan dengan simbol adat tertentu. Namun, Muallim Taher menegaskan bahwa frasa tersebut tidak merujuk pada adat atau budaya mana pun.

Sebagai masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi nilai adat, ia menilai tidak logis jika dirinya justru merendahkan budaya sendiri. Ia menyebut makna unggahan tersebut telah dipelintir sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Muallim Taher mengungkapkan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk kekecewaan pribadinya terhadap Dendi Ramadhona. Kekecewaan itu berkaitan dengan dugaan praktik korupsi yang dinilai berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, kalimat “SUNTAN DIJUNJUNG SPAM” merupakan kritik sosial sekaligus pesan moral agar setiap pemegang amanah, terlebih yang membawa nama adat, mampu menjaga integritas dan tanggung jawab kepada publik.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta menghindari kesalahpahaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi di media sosial.

Sebagai penutup, Muallim Taher kembali menegaskan bahwa sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung, dirinya merasa kecewa terhadap pihak yang dinilai telah mencoreng kehormatan gelar adat melalui dugaan tindakan yang merugikan masyarakat.(*)

Posting Komentar untuk "Klarifikasi Muallim Taher: Postingan Viral “Suntan Dijunjung Spam” Bukan Soal SARA atau Adat"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?