Reduce bounce ratesindo Rakyat Patungan Tambal Jalan, Pemerintah Berdalih Keuangan Sulit - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Rakyat Patungan Tambal Jalan, Pemerintah Berdalih Keuangan Sulit

Bengkalis, Indometro.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H yang sudah di depan mata, namun kegembiraan warga di Pulau Bengkalis justru dibayangi ketakutan akan maut di jalan raya.

Pasalnya, ada jalan poros yang tak kunjung tersentuh perbaikan, sehingga warga Desa Bantan Sari terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menimbun lubang secara swadaya agar bisa mudik dan bersilaturahmi.

Dan aksi patungan membeli material pasir dan batu (sirtu) ini menjadi potret nyata ketidakberdayaan pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar mobilitas warga.

Besi Mencuat dan 'Jebakan Batman'

Kondisi jalan poros sepanjang 13 kilometer yang menghubungkan Desa Bantan Air hingga Muntai Barat kini lebih menyerupai medan perang.

Lantaran ada besi beton menyembul ke permukaan, lubang menganga siap menerkam pengendara, dan debu pekat menyiksa pernapasan saat kemarau.

"Jalan poros sudah tak layak. Besinya timbul semua. Ini bentuk perhatian kami sendiri supaya Lebaran nanti lancar, karena jalan utama sudah memakan korban," tegas Safii, warga Bantan Sari, Sabtu (14/3).

Kondisi tersebut, bukan sekadar ancaman, bahkan kecelakaan berdarah sudah terjadi.

Dimana, seorang ibu dilaporkan mengalami luka parah usai terjerembab di lubang maut Desa Bantan Air beberapa hari lalu. Ironisnya lagi, akses ini adalah nadi utama menuju pusat pemerintahan dan ekonomi warga.

PUPR 'Angkat Tangan', Anggaran Jadi Kambing Hitam

Menanggapi penderitaan warga, Kepala Dinas PUPR Bengkalis, Supardi, justru melontarkan pernyataan yang memicu polemik.

Dia mengonfirmasi bahwa perbaikan jalan poros tersebut dipastikan absen tahun ini dengan alasan klasik, kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

"Mudah-mudahan tahun depan anggaran membaik. Sekarang keterbatasan anggaran, jadi akan dilakukan bertahap," kilah Supardi, Minggu (15/3).

Pernyataan tersebut dinilai kontras dengan perbaikan jalan di area kota Bengkalis yang justru dikebut melalui metode tambal sulam.

Hal ini memicu kecemburuan sosial dan dugaan bahwa pemerataan pembangunan hanya terfokus di "halaman depan" kantor bupati saja.

Lebaran Bertaruh Nyawa

Warga kini mendesak pemerintah setidaknya mengerahkan alat berat untuk meratakan jalan sebelum hari raya tiba.

Mobilitas tinggi saat Idulfitri dianggap bakal menjadi bom waktu kecelakaan jika jalan dibiarkan dalam kondisi hancur.

"Kami minta sebelum hari raya ini diperbaiki, minimal ditimbun sirtu atau diratakan. Masa setiap mau silaturahmi kami harus bertaruh nyawa di jalan?" cetus Ihsan, warga Bantan Timur dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku menimbun jalan dengan peralatan seadanya, sementara infrastruktur kabupaten yang dibanggakan hanya menyisakan tumpukan kayu dan gundukan tanah di tengah jalan utama.**

Posting Komentar untuk "Rakyat Patungan Tambal Jalan, Pemerintah Berdalih Keuangan Sulit"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan