Ketapang Kalbar,indometro.id
Sabtu,28 Febuari 2026
Sekelompok muda-mudi di Ketapang menggelar kegiatan sepeda santai sebagai bentuk aktivitas yang menunjukkan bahwa jalan raya bukan hanya milik pengendara roda dua atau roda empat, tetapi juga milik para pesepeda. Mereka ingin menegaskan bahwa orang-orang yang ingin bersepeda memiliki hak yang sama untuk menikmati ruang publik.
Julmi, salah satu pemuda yang aktif dalam kegiatan ini, berbagi pengalamannya setelah mengelilingi kota Ketapang dan tiba di depan Gedung Pancasila. Di sana, suasana yang minim penerangan menjadi perhatian. Sebelum kegiatan dimulai, mereka mengadakan koordinasi dengan pihak Pemda bagian Umum untuk meminta izin menggunakan halaman gedung dan memakai daya listrik dari tempat tersebut, secara tertulis.
Namun, jawaban dari instansi terkait mengecewakan tim sepeda. Mereka diminta membayar biaya sebesar lima ratus ribu rupiah untuk penggunaan fasilitas tersebut. Meskipun demikian, Julmi dan rekan-rekannya tidak patah semangat. Mereka tetap melanjutkan kegiatan dengan penuh semangat dan menemukan solusi kreatif dengan berbekal alat genset. Acara pun berjalan sukses hingga akhir.Kegiatan sepeda santai ini tidak hanya menonjolkan semangat muda-mudi Ketapang, tetapi juga menyoroti pentingnya ruang publik yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan. Dengan semangat dan kreativitas, mereka berhasil menyelenggarakan acara yang dapat menjadi contoh positif bagi komunitas lainnya.
Meskipun menghadapi kendala, keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja sama, segala tantangan dapat diatasi. Muda-mudi ini membuktikan bahwa mereka bisa menjadi pelopor perubahan dengan cara yang damai dan kreatif.


Posting Komentar untuk "Muda-mudi Gelar Sepeda Santai Mengklaim Kembali Ruang Publik"