Reduce bounce ratesindo Nyali Polwan Gadungan Kisah Dea Rahmanisa di Polresta Pontianak - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Nyali Polwan Gadungan Kisah Dea Rahmanisa di Polresta Pontianak

Pontianak,indometro.id

Selasa,(13/01/2026) 

Dengan tubuh yang tegap dan nyali besar, Dea Rahmanisa nekat menyamar sebagai polisi wanita (polwan) dengan menggunakan seragam Korps Brimob berpangkat AKP. Wanita asal Samarinda, Kalimantan Timur ini berani mendatangi markas Polresta Pontianak dengan tujuan menipu.


Tanpa rasa takut, Dea menemui Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, dan Kasatreskrim Kompol Andi Yul Lapawesean. Di hadapan mereka, Dea mengaku sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2007. Tujuan utama kedatangannya adalah untuk meminta penangguhan penahanan salah seorang tersangka tindak kriminal.


Awalnya, Hidayat menerima kedatangan Dea dengan baik. Namun, setelah menceritakan asal-usulnya dengan berbagai tipu muslihat, Dea meminta tolong untuk menangguhkan penahanan tersangka bernama Dedi Iskandar, yang terlibat dalam kasus penadahan hasil kejahatan.

Mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim ini mencurigai Dea dan langsung memerintahkan penyelidikan lebih lanjut. Setelah dikroscek dengan data lulusan Akpol 2007, tidak ada yang mengenali Dea. Hal ini menguatkan dugaan bahwa Dea adalah polwan gadungan.


Setelah mengumpulkan cukup bukti, Dea berhasil ditangkap saat sedang makan di sebuah restoran cepat saji. Penggeledahan di tempat kosnya menemukan atribut kepolisian, seragam lengkap, tetapi tidak ada senjata.


Dea mengaku sebagai polisi kepada keluarga tersangka untuk mendapatkan uang sebesar Rp5 juta dengan janji akan menangguhkan penahanan. Sayangnya, keluarga tersangka termakan tipu muslihat ini. Uang tersebut ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi Dea.

Kapolresta Pontianak menegaskan bahwa tidak ada prosedur resmi di kepolisian yang melibatkan imbalan uang untuk menangguhkan penahanan tersangka. Masyarakat diimbau untuk tidak percaya pada janji-janji palsu semacam ini.


Di hadapan polisi, Dea mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku menyamar sebagai polwan karena banyak yang mengatakan bahwa ia terlihat seperti polisi. Meski pernah mencoba mendaftar menjadi polisi, Dea tidak lulus karena alasan kesehatan.

Seragam yang digunakan Dea untuk menipu didapat dari penjahit lokal. Dengan rasa penyesalan, Dea mengakui bahwa ia memang meminta uang dari keluarga tersangka untuk kepentingannya sendiri.

Melalui kasus ini, kita diingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

.................

Posting Komentar untuk " Nyali Polwan Gadungan Kisah Dea Rahmanisa di Polresta Pontianak"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan