-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Finalis Putri Indonesia Perwakilan Sulbar Berkunjung Ketempat Pembuatan Sutera Mandar

Masni mullis
Kamis, 03 Februari 2022, Februari 03, 2022 WIB Last Updated 2022-02-04T04:03:57Z
iklan disini :





Polewali Mandar, indometro.id - 

sutera mandar adalah  salah satu  kebanggaan yang menjadi  khas  sulawesi barat, menurut sudut pandang dari wilayah tersebut mengenai sutera mandar sangat mengkhawatirkan,budaya yang ada di tanah mandar ini akan menghilang, sebab sedikitnya keinginan warga menekuni kerajinan tersebut.


Dalam kesempatan ini " Maycela Apriany" Puteri indonesia perwakilan Sulbar  anak dari bapak Agus tinus selaku guru SMA 3 Polewali mandar tersebut yang di dampingi  Ikhwan munady barlim selaku Nara sumber kami yang  berkunjung langsung ke tempat pembuatan Sutera Mandar (lipa Saqbe ) di Desa Karama  kecamatan tinambung Kabupaten Polewali Mandar pukul 17.15 WITA (Rabu 2 Pebruari 2022).


Dilokasi tersebut sarung dibuat oleh panette (penenun)  dengan menggunakan peralatan tradisional  alat tenun bukan mesin (ATBM).Meski dibuat dengan alat tradisional, kualitas Lipa Saqbe hasil karya Ibu St.Nur dan pengrajin lainnya tidak diragukan lagi.


menurut salah satu Nara sumber Ikhwan munady barlim bersama May Apriany iya  mengatakan sangat menyukai Lipaq saqbe yang mempunyai  ciri khas yang tersendiri, mempunyai simbol warna-warnanya yang terang atau cerah misalnya warna kuning dan merah dengan desain garis geometris yang lebar "ucapnya"


dalam Proses pembuatan sarung sutra Mandar ini May Apriany menyempatkan diri untuk belajar menenun ia berharap agar muda mudi kedepan bisa terus melestarikan budaya yang ada di Sulawesi barat,pada saat bersamaan selaku Nara sumber kami  Ikhwan munady barlim dan tim media kreator  asqar Al Qadri juga pak alam sekaligus pembimbing, mereka berinteraksi oleh warga tengtang prosesnya menenun yang  memakan waktu dua hingga tiga minggu per helainya. pembuatan sarung sutra mandar tersebut memiliki beberapa tahapan, di antaranya, pemilihan benang (bannang) yang meliputi ma’unnus (penarikan benang) dan matti’or atau pemintalan benang. Ada juga pewarnaan (maccingga) dari bahan alam dan kimia, pelilitan benang pada kaleng (manggalenrong).


Selain itu terdapat pula tahapan pemindahan benang ke bambu untuk dijadikan benang pakan (mappamaling), sumau’ atau tahap mengatur benang lungsin untuk membuat sautan (panjangnya sekitar 6 meter), mappatama atau tahap memasukkan benang lungsin yang sudah dilepas dari sautan ke dalam tandayang untuk ditenun. Terakhir adalah manette atau tahap menenun dan jadilah selembar sarung sutera mandar. "Ucapnya"


 setelah mengunjungi lokasi penenungan dan  Mengenal lebih dekat sarung sutera mandar (Lipa saqbe ) May apriany juga mengunjungi salah satu icon baru yang ada di Sulbar yaitu boyang kayyang guna meningkatkan dan melestarikan budaya budaya yang ada di Polman Sulawesi barat.


(Mukhlis indometro)

Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+