-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Gerdal Pandemi Covid-19, POPT-PHP Dampingi Kelompok Tani di Simeulue

Al-an
Senin, 18 Oktober 2021, Oktober 18, 2021 WIB Last Updated 2021-10-20T11:37:01Z
iklan disini :



Petugas POPT-PHP Agus Sulivan saat memberi petunjuk dan tekhnis kepada kelompok tani di desa Leubang


Simeulue, indometro – Dalam rangka Gerakan Pengendalian Massal (Gerdal) penangan pandemi covid-19, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) Agus sulivan dari Balai proteksi Propvinsi Aceh turun langsung  dampingi Petani dalam mengatasi berbagai penyakit padi pada beberapa titik di kabupaten Simeulue.

 

Warga tani berdialog langsung dengan petugas POPT-PHP


Petugas POPT-PHP, Agus Sulivan yang di dampingi Koordinator penyuluh BPP Kecamatan Teupah Barat, Muhar Danil serta PPL Sri Nelti Ovisa, saat di lapangan melakukan penyuluhan serta berdialog dengan kelompok tani tentang  bagaimana tehnis pengendalian hama agar menghasilkan produksi yang baik dan melimpah, petugas juga sekaligus menyerahkan insektisida serta  menyiapkan makan siang dan uang transportasi kepada kelompok tani yang melakukan penyemprotan tersebut.

 

Kelompok tani secara bersama-sama saat penyemprotan insektisida

Sebelumnya pengendalian penyakit/hama  padi dimulai dengan pendeteksian jenis organisme penghambat tumbuh tanaman, Setelah diketahui jenisnya, Petugas POPT-PHP mengarahkan kelompok tani langsung melakukan penyemprotan  Insektisida secara bersama-sama.

 

Gusti Amin (Kepala desa Leubang) salah satu desa yang di kunjungi POPT-PHP dari balai propinsi Aceh itu berharap kedepan kelompok tani didesanya kembali dikunjungi oleh petugas POPT-PHP dan pihak-pihak terkait agar bisa memberikan penyuluhan khusus terkait pertanian.

 

“Masyarakat tani kita hari ini sangat antusias mengikuti arahan dari petugas, kedepan kita coba kumpulkan seluruh kelompok tani yang ada di desa untuk di beri penyuluhan kembali dari petugas POPT-PHP dan para penyuluh pendamping pertanian” harap Gusti Amin Kades Leubang.

 

Kepala desa Leubang  kemedia ini juga menyampaikan kendala yang selalu dihadapi petani di desanya setiap tahun, selain minimnya pupuk dan obat-obatan hama, faktor lainnya tidak adanya pengairan irigasi ataupun embung, serta kurangnya alat- alat pertanian sehingga tidak jarang gagal panen ataupun musim tanam yang tidak serentak.

“Dengan jumlah penduduk desa Leubang yang hampir Seribu Jiwa dan sekitar 95 persen menggantungkan hidup sebagai petani, masih sangat banyak kekurangan penunjang suksesnya pertanian di desa ini, baik itu tidak adanya Irigasi, Embung, dan minimnya pupuk maupun obat-obatan, terkadang petani kita bisa gagal panen, serta karena kurangnya alat pengolahan tanah  dan terbatasnya air , membuat umur penanaman tidak serentak sehingga akan sangat mudah diserang oleh berbagai hama dan menurunnya hasil produksi”. Tambah Kepala desa Leubang.

(AA)

 

Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+