Ticker

6/recent/Ticker-posts

Polisi Upayakan Laporan Perusakan Kedai Tuak di Sumut Tuntas Kekeluargaan

Screenshot video viral warung tuak diminta tutup di Deli Serdang
Foto: Screenshot video viral kedai tuak diminta tutup di Deli Serdang


Deli Serdang, indometro.id - Polisi mengatakan sedang mengupayakan laporan dugaan perusakan kedai tuak milik Lamria Manullang di Batang Kuis, Deli Serdang, bisa dituntaskan secara kekeluargaan. Meski demikian, polisi masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus itu.
"Sedang kita upayakan. Untuk pemeriksaan masih berjalan," kata Kapolresta Deli Serdang, Kombes Yemi Mandagi, Senin (4/5/2020)Yemi tak menjelaskan detail berapa orang saksi yang sudah diperiksa. Dia hanya menyebut Ketua FPI Batang Kuis Iskandar Ansor yang telah meminta maaf terkait keributan di kedai tuak tersebut juga menjadi saksi.
"Masih sebagai saksi kami periksa," tuturnya.
Sebelumnya Rabu (29/4), beredar video viral yang berisi seorang wanita sedang mempertahankan kedai miliknya saat diminta tutup oleh sekelompok orang. Dia mengatakan warung miliknya tetap buka untuk mencari makan sehari-hari.
"Pak, saya makan dari mana. Saya warga sini loh. Saya makan dari mana. Bapak ini bagaimana? Bisa Bapak kasih aku makan? Pak, bisa Bapak kasih aku makan?" kata wanita dalam video itu.
Wanita itu juga mengatakan telah menutupi warung miliknya agar tidak terlihat dari bagian luar. Wanita itu juga memprotes barang-barang miliknya yang akan diambil.Peristiwa keributan itu terjadi di salah satu kedai tuak di Batang Kuis, Selasa (28/4). Situasi saat ini sudah kondusif dan Ketua FPI telah meminta maaf terkait keributan tersebut.
"Sudah dua kali pertemuan di Polsek Batang Kuis sampai hari ini dan Ketua FPI Batang Kuis juga sudah membuat permohonan maaf secara tertulis dan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Kombes Yemi, Rabu (29/4).

Foto: Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi

Yemi mengatakan sebenarnya pemilik kedai tuak sudah diingatkan agar tutup saat Ramadhan. Dia meminta semua pihak menahan diri dan tidak bersikap berlebihan terkait masalah ini. Yemi berharap warga mempercayakan penuntasan masalah ini kepada polisi.
Ketua FPI Batang Kuis, Iskandar Ansor, juga telah menjelaskan awal mula terjadinya keributan tersebut. Dia juga telah menyampaikan permintaan maaf secara lisan dan tulisan terkait keributan yang terjadi."Saya yang meminta maaf ke penjual tuak, saya yang minta maaf bukan karena menutup, tapi karena perusakan itu," ujar Iskandar.
Lamria sendiri diketahui telah melaporkan dugaan perusakan itu ke polisi. Laporan bernomor LP/209/IV/2020/SU/Resta-DS itu terkait dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin pun meminta kasus ini sebaiknya dituntaskan secara kekeluargaan. Martuani juga meminta agar para tokoh agama ikut menjaga ketertiban di masyarakat.
"Penyelesaian masalah tersebut harus dilakukan secara kekeluargaan dengan hati yang dingin," ujar Martuani, Jumat (1/5).

berita ini dikutip dari : detiknews