Warga Kayu Putih Khawatir Iduladha Sepi - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, August 21, 2018

Warga Kayu Putih Khawatir Iduladha Sepi

Baca Juga

Warga Kayu Putih Khawatir Iduladha Sepi
Masjid Baabut Taubah, Kayu Putih, Jakarta Timur. 
JAKARTA, INDOMETRO.ID - Warga Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Utara, cemas Iduladha, 22 Agustus 2018, bakal sepi. Ini imbas Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 76 Tahun 2018 tentang Pengendalian, Pemotongan, dan Penampungan Hewan Kurban dalam Radius Satu Kilometer dari Jakarta Equestrian Park Pulomas dalam Rangka Dukungan Asian Games XVIII 2018.

Aturan ini berdampak kepada warga Kayu Putih di sekitar Jakarta Equestrian Park Pulomas, tempat olahraga berkuda. Warga sekitar dilarang memotong kurban untuk menjaga kuda pertandingan tetap steril, tak terkena virus.

"Pemerintah enggak boleh mengadakan kurban. Paling kegiatan salat Iduladha saja dan silaturahmi dari rumah ke rumah. Paling ya begitu, sepi habis salat pada pulang ke rumah masing-masing," kata Satori, marbot Masjid Baabut Taubah, kepada medcom.ID, di masjidnya, Jalan Pulomas Barat II, Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa, 21 Agustus 2018.

Menurut dia, di Masjid Baabut Taubah, tradisi penyembelihan kurban selalu dinantikan jemaah. Pasalnya hewan kurban yang disembelih selalu melimpah. "Sapi sekitar 10 kambing sekitar 200," kata Satori.

Daging kurban biasanya bukan hanya disebar kepada warga sekitar. Warga lintas kelurahan juga ikut kebagian. "Biasanya kita sebar ke Pedongkelan, Pulo Nangka, rusun, soalnya banyak ibu-ibunya mengaji ke sini setiap Jumat."

Satori tak menjamin banyak daging kurban akan dirasakan masyarakat saat ini. Kebijakkan pembagian diserahkan ke pada rumah potong hewan (RPH). Kemungkinan daging disumbangkan kepada korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, ia mengaku tidak ada kepanitiaan kurban yang dibentuk untuk Iduladha tahun ini. Meski demikian, ia dan pengurus masjid siap membantu bila dibutuhkan untuk membagikan hasil potongan kurban. 

"Pembagian di sini enggak apa-apa, sementara ini pengurus sini enggak ngadain kurban," ujar dia.

Meski demikian, Satori menyadari pelarangan pemotongan kurban dilakukan untuk tujuan yang lebih besar, menjamin kesuksesan Asian Games. Ia mengaku baik pengurus masjid ataupun masyarakat tidak keberatan.

"Enggak keberatan, ya, demi Asian Games. Katanya kan kudanya harganya Rp1 M (miliar) atau berapa M. Katanya kena darah enggak boleh, kudanya kan mahal-mahal katanya," ujar Satori.

Selain Masjid Baabut Taubah, sejumlah masjid lain di Kelurahan Kayu Putih juga tidak memotong kurban akibat Ingub Nomor 76 Tahun 2018. Masjid Jami Darussalam dan Masjid Jami Al Ilyas adalah dua di antaranya. (mtr)

No comments:

Post a Comment