![]() |
| Mayat pendaki Gunung Rinjani asal Makassar dievakuasi |
INDOMETRO.ID - Tiga pendaki terakhir yang terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa bumi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah berhasil dievakuasi. Mereka dievakuasi dengan menggunakan helikopter oleh tim gabungan yang dilakukan pada pagi tadi.
“Kita mendaki ini untuk berakhir pekan saja. Programnya tiga hari dua malam, pulangnya Minggu malam,” katanya di Lapangan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7).
Dia menceritakan saat gempa terjadi, dirinya sedang berjalan dari Danau Segara Anak menuju pos keluar Senaru. Ketika itu, batu mulai berjatuhan akibat gempa bumi dan situasi sekitar menjadi gelap. Setelahnya, dia bersama rombongan bersembunyi di balik batu besar.
“Kami berlindung di belakang batu besar, di sana setiap saat gempa. Di depannya itu batu-batu berjatuhan. Makanya kami shock,” ucap Suharti.
Setelah gempa tak lagi sering terjadi sekitar 10.00 WITA, dia bersama rombongan kemudian memutuskan untuk naik ke Batu Ceper karena dianggap paling aman. Saat itu, dia menginstruksikan rombongan untuk hemat air.
“Karena kalau enggak minum bisa mati, kalau makan bisa nanti. Akhirnya tiap haus minumnya seteguk-seteguk, karena kami tidak tahu sampai kapan,” paparnya.
Suharti menjelaskan, dia bersama rombongan turun ke Danau Segara Anak pada Minggu malam setelah guide yang memandunya mengecek bahwa lokasi itu aman untuk tinggal. Selain itu, ratusan pendaki lain yang terjebak juga berkumpul di danau tersebut.
Lalu pada Senin pukul 11.00 WITA, ratusan pendaki yang bertahan di Segara Anak meninggalkan lokasi menuju Sembalun. Dia bersama rombongannya tetap bertahan di Segara Anak karena mendapat informasi bahwa helikopter akan mengevakuasi pendaki.
“Tapi karena cuaca, helikopter ini tidak bisa mendarat, evakuasi dari udara gagal. Mereka (tim evakuasi) memerintahkan evakuasi lewat darat,” paparnya.
Kemudian pada pukul 13.00 WITA, dia mencoba untuk menuju Sembalun mengejar ratusan pendaki lain. Namun di tengah perjalanan, terdapat batu yang jatuh lagi dari tebing. Akhirnya hanya dia dan rombongannya yang bertahan di Danau Segara Anak hingga Selasa (31/7).
“Akhirnya pagi tadi ada helikopter yang datang, mereka mendaratnya di Segara Anak. Kami kemudian dievakuasi,” kata Suharti.(kpn)



Posting Komentar untuk "Cerita Pejabat LKPP Terjebak Hujan Batu di Gunung Rinjani"