![]() |
| Kelinik Menggala Jadi Sorotan Pubelik |
Menurut keterangan keluarga pasien, Sandika, ia telah membawa istrinya yang dalam kondisi kritis ke klinik tersebut sejak pukul 22.30 WIB. Namun hingga satu jam kemudian, pintu klinik tak kunjung dibuka.
"Padahal kami sudah mengetuk pintu berulang kali. Kami tiba di klinik dari jam 22.30 WIB sudah mengetuk pintu klinik tapi tidak ada yang menjawab, lalu saya menelepon ke nomor telepon yang tertera di pintu klinik juga tidak diangkat," ujar Sandika, dengan nada kecewa.
Akibat tak ada respon dari petugas jaga, sang istri yang sudah dalam kondisi lemah akhirnya pingsan di depan klinik.
"Akhirnya sampai jam 23.30 WIB kami memutuskan langsung ke rumah sakit karena kondisi istri saya sudah pingsan di depan klinik tersebut," lanjutnya.
Kejadian tersebut dinilai sangat memprihatinkan. Sebagai fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penyelamatan nyawa, MCC Klinik dianggap tidak menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan, terutama di jam darurat malam hari.
Keluarga pasien berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang segera melakukan evaluasi dan memberikan teguran keras kepada manajemen klinik tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan membahayakan nyawa masyarakat lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen MCC Klinik Rawat Inap Terminal Menggala belum dapat dimintai keterangan
TIM.Idahar




Posting Komentar untuk "Warga Menggala Kota dalam kondisi darurat harus Terkapar Di Depan klinik karena Tak kunjung Mendapatkan Perawatan"