Aceh Utara. Indometro. Id — Ketika manusia berdiri di hadapan Allah SWT pada hari akhir, harta, jabatan, popularitas, bahkan orang-orang terdekat tidak lagi menjadi tempat bergantung. Dalam kondisi itulah, umat Islam berharap mendapatkan syafaat Rasulullah Muhammad SAW.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti tausiah Ustad Fajri Syahabuddin, S.Pd.I., M.Ag saat mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 1 Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (7/10/2026).
Di hadapan lebih dari 900 siswa, dewan guru, tenaga kependidikan dan para undangan, penceramah dari Kota Lhokseumawe itu mengajak peserta untuk tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadikan kehidupan Nabi sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Ustad Fajri mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan menghadapi kehidupan akhirat. Saat itu, tidak ada kekuatan dunia yang dapat diandalkan. Manusia membutuhkan pertolongan dan berharap memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan penutup seluruh nabi dan rasul.
“Jangan sampai kita hanya mengenal Rasulullah dari cerita, tetapi jauh dari ajaran dan akhlaknya,” menjadi pesan penting yang mengemuka dalam tausiah tersebut.
Selama sekitar satu jam, Ustad Fajri menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Sesekali tausiah diselingi canda dan humor sehingga suasana tetap hidup, namun pesan-pesan yang disampaikan tetap mengarah pada kesadaran spiritual dan pembentukan akhlak generasi muda.
Pantauan di lokasi menunjukkan, peserta tetap mengikuti tausiah hingga selesai. Tidak terlihat peserta meninggalkan tempat sebelum ceramah berakhir.
Sementara kepala SMAN 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan rutin tahunan atau mempertahankan sebuah tradisi.
Menurutnya, Maulid menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh warga sekolah bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.
“Pendekatan religiusitas penting agar manusia tidak terus larut dalam kesalahan. Kita semua suatu saat akan dipanggil oleh Sang Pencipta,” ujarnya.
Ia mengatakan, manusia tidak selalu berada dalam kondisi sempurna. Ada kalanya seseorang menjauh dari nilai-nilai agama, lalai menjalankan kewajiban atau terjebak dalam kesalahan.
Namun, menurutnya, pintu untuk kembali kepada Allah selalu terbuka.
Karena itu, kegiatan keagamaan di sekolah dinilai penting sebagai ruang untuk mengingatkan, menyadarkan sekaligus menguatkan kembali hubungan manusia dengan Allah SWT.
“Dengan sering mendengarkan ceramah agama, sekalipun terkadang kita pernah menjauh dari agama, mudah-mudahan kita kembali menemukan jalan-Nya,” kata Zulkifli.
Peringatan Maulid Nabi di SMAN 1 Lhoksukon tahun ini diikuti lebih dari 900 siswa bersama dewan guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah undangan dari sekolah lain, jajaran MKKS SMA/SMK Aceh Utara, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, serta masyarakat sekitar sekolah.
Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid diharapkan mampu menjadi pengingat bagi siswa bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari iman, akhlak dan karakter.
Sebab, pada akhirnya, ilmu yang tinggi tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Dan kehidupan yang jauh dari nilai agama dapat membuat manusia lupa bahwa setiap perjalanan dunia memiliki satu kepastian: akan kembali kepada Sang Pencipta.




Posting Komentar untuk "Maulid di SMAN 1 Lhoksukon: Ustad Fajri Ingatkan, Saat Semua Tak Mampu Menolong, Syafaat Rasulullah Jadi Harapan"