SUBANG,INDOMETRO.ID – Dugaan praktik penebangan liar (illegal logging) terjadi di kawasan hutan Bumi Perkemahan (Buper) Rangga Wulung, Kabupaten Subang. Sejumlah tanaman berukuran besar ditemukan tumbang dan hanya menyisakan tunggul (tunggak) pohon. Tak hanya itu, tanaman bambu di sekitar lokasi juga terlihat hangus bekas terbakar.
Ironisnya, di area kerusakan tersebut justru terpampang plang program penghijauan dari salah satu perusahaan BUMN, PT Dahana.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kata Andi, Ketua Kwarcab Subang menyatakan sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas penghijauan dari PT Dahana di lokasi tersebut. Ia juga menyayangkan adanya penebangan pohon tanpa izin dari pihak Kwarcab selaku pengelola kawasan.
"Kami tidak tahu-menahu soal kegiatan penghijauan PT Dahana, apalagi sampai ada penebangan pohon tanpa izin dari kami sebagai pengelola kawasan hutan Bumi Perkemahan," ujar Ketua Kwarcab Subang tegas.
Andi menambahkan, program penghijauan yang dilakukan oleh perusahaan BUMN seharusnya tidak mengorbankan tanaman yang sudah ada. Pohon-pohon besar tersebut merupakan ekosistem yang selama ini tumbuh dan terjaga dengan baik, bahkan mampu bertahan di tengah musim kemarau ekstrem saat ini.
"Kalau sekarang dipaksakan ada penanaman baru, saya kira momentumnya tidak tepat. Apalagi sistem irigasinya tidak tersedia dengan baik, yang ada malah risiko mati bagi tumbuhan baru tersebut," lanjut Andi.
Merespons kejanggalan ini, Forum Arus Bawah bergerak cepat. Mereka menyatakan akan segera melayangkan permohonan resmi kepada DPRD Kabupaten Subang untuk mengusulkan pemanggilan dan dengar pendapat (hearing) dengan seluruh pihak terkait.
Forum Arus Bawah mendesak DPRD Subang untuk segera memanggil pengurus Kwarcab Subang, Bidang Aset, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), manajemen PT Dahana, Kasatpol PP, hingga para petani penggarap hutan Buper Rangga Wulung demi meminta keterangan dan pertanggungjawaban atas kerusakaan hutan tersebut.
Udin



Posting Komentar untuk "Dugaan Illegal Logging di Buper Rangga Wulung Mencuat, Forum Arus Bawah Desak DPRD Subang Panggil PT Dahana dan Pihak Terkait"