Bone Bolango, indometro.id — Sejumlah pendamping desa, mahasiswa, dan tokoh pemuda menggelar aksi solidaritas di Tugu Center Point, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Senin (5/10/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kecaman terhadap dugaan tindakan kekerasan dan penganiayaan yang disebut dilakukan oleh Kepala Desa Timbulo terhadap seorang pendamping desa di Kecamatan Botupingge.
Dalam aksinya, massa menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan tindakan premanisme yang dinilai dapat mengancam keselamatan pendamping desa saat menjalankan tugas di lapangan.
Massa menilai, apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, tindakan itu tidak hanya merupakan persoalan hukum, tetapi juga dapat mengganggu pelaksanaan tugas pendampingan serta proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Koordinator aksi, Heriyanto Harmain, dalam orasinya menegaskan bahwa pendamping desa memiliki peran penting dalam mengawal program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Menurutnya, pendamping desa bekerja di lapangan untuk membantu memastikan program pembangunan desa berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
“Aksi ini adalah bentuk solidaritas dan peringatan keras bahwa kekerasan terhadap pendamping desa tidak boleh dibiarkan. Negara harus hadir memberikan perlindungan,” tegas Heriyanto dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak agar dugaan tindak pidana tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk mengacu pada KUHP nasional sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 apabila ketentuan tersebut telah berlaku dan relevan terhadap perkara.
Kedua, massa meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan perlindungan kepada Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan.
Ketiga, massa menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan dan tindakan premanisme terhadap Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Aksi berlangsung secara damai dengan pengawalan aparat keamanan, Satpol PP, serta Kesbangpol Kabupaten Bone Bolango. Massa juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi seruan, di antaranya “Stop Tindakan Premanisme terhadap Pendamping Desa”.
Para peserta aksi berharap dugaan kasus penganiayaan tersebut segera ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum. Mereka juga meminta agar peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pihak terkait sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap pendamping desa maupun tenaga pendamping pembangunan desa lainnya.(*)



Posting Komentar untuk "Aksi Solidaritas Pendamping Desa di Bone Bolango Kecam Dugaan Penganiayaan"