SUBANG,INDOMETRO.ID - Infrastruktur jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian daerah. Namun, kondisi kontras masih terlihat pada jalan penghubung antara Desa Jati dan Desa Padamulya. Jalur ini merupakan rute alternatif strategis dari wilayah Haurgeulis dan Cipunagara menuju pusat Kabupaten Subang. Hingga saat ini, jalur tersebut masih menyisakan sekitar 1 kilometer jalan dengan kondisi rusak dan memprihatinkan yang belum tersentuh perbaikan maksimal.
Padahal, jalur penghubung ini memegang peran krusial bagi mobilitas harian warga. Jika seluruh ruas jalan ini diperbaiki dan layak dilalui, masyarakat tidak perlu lagi memutar jauh melewati Kecamatan Pagaden untuk menuju kota Subang. Efisiensi waktu dan pangkasan jarak ini otomatis akan menekan biaya perjalanan, mempermudah akses kesehatan dan pendidikan, serta memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi di kedua desa secara signifikan.
"Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada proyek-proyek besar atau jalan protokol utama saja. Jalan penghubung antardesa yang dilewati masyarakat setiap hari untuk mengais rezeki juga berhak mendapatkan perhatian serius. Kami tidak meminta hal yang berlebihan, kami hanya menuntut hak penataan infrastruktur yang layak demi pemerataan pembangunan yang nyata," ujar perwakilan warga setempat AB kepada Indometro.id, Minggu (4/10).
Masyarakat menyayangkan lambatnya penanganan pada sisa satu kilometer jalan tersebut. Jangan sampai potensi ekonomi daerah dan kemudahan mobilitas warga terus terhambat hanya karena penundaan komitmen perbaikan. Jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk satu kilometer aspal tidak akan sebanding dengan besarnya manfaat berkelanjutan yang akan dirasakan oleh ribuan kepala keluarga.
UDIN



Posting Komentar untuk "Akses Pemotong Jalur ke Subang Memprihatinkan, Warga Desak Perbaikan Jalur Jati–Padamulya Cipunagara"