Tingatkan Minat Baca, DPKA Gelar Kampanye Membaca di Kabupaten Aceh Utara

Baca Juga

 





Aceh Utara, indometro.id -
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA ), bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara menggelar kegiatan kampanye membaca se-Aceh tahun 2021. Kamis (25/11/2021) di aula Panglateh Lhoksukon kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan itu mengusung tema, “Meningkatkan budaya baca, literasi masyarakat guna mencerdaskan generasi bangsa,” di Kabupaten Aceh Utara" 

Tujuan kegiatan itu sendiri, untuk emberikan penyadaran bahwa kebiasaan membaca sejak dini sebagai investasi masa depan.

Sementara itu Kepala DPKA,   Edi Yandra, menyampaikan untuk meningkatkan minat baca di Aceh, Pemerintah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh mendirikan perpustakaan yang dapat dijadikan tempat nyaman untuk membaca dilengkapi dengan fasilitas ruang  baca yang menarik. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan mobil perpustakaan keliling yang beroperasi di sekolah-sekolah, taman baca dan tempat ramai lainnya, walau untuk sementara ini belum bisa beroperasi karena pandemik covid-19.

"Mudah-mudahan kita doakan Covid-19 cepat berlalu dan kita akan kembali normal sebagaimana mestinya, karena hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan minat baca masyarakat khususnya anak-anak yang seharusnya dapat mengunjungi perpustakaan,"ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Edi Yandra menyebutkan, bahwa DPKA mempunyai berbagai program kegiatan untuk meningkatkan kinerja berbagai jenis perpustakaan di wilayah Aceh, yakni menyediakan buku sebanyak - banyaknya sesuai dengan kriteria dan kebutuhan. Karena keterbatasan anggaran pemerintah, maka diperlukan sinergitas dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk dapat dengan cepat memenuhi kebutuhan buku untuk semua elemen masyarakat.


"Langkah selanjutnya perlu kita galakan adalah mengkampanyekan minat dan budaya baca secara aktif dan besar - besaran. Disamping itu juga mengadakan serangkaian lomba - lomba, lomba perpustakaan desa terbaik, pustaka sekolah terbaik, putakawan berprestasi, lomba cerita dan aneka lomba lainnya sehingga kampanye minat baca menjadi motivasi bagi masyarakat dalam membaca,"pungkasnya.

Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara, Saifullah, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang telah memberikan kewenangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara dalam memfasilitasi kegiatan Kampanye Membaca.

"Acara ini menghadirkan sang Duta Baca Indonesia (Gola Gong) sebagai sosok inspiratif untuk menjadi motivator dalam membangkitkan kegemaran membaca dan mengampanyekan pembudayaan kegemaran membaca, membumikan literasi informasi secara masif ke seluruh penjuru nusantara,"katanya.

Dia mengatakan, tingkat literasi masyarakat suatu bangsa memiliki hubungan yang vertikal terhadap kualitas bangsa. Tingginya minat membaca buku seseorang berpengaruh terhadap wawasan, mental, dan prilaku seseorang. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan tingkat literasi yang masih rendah padahal sudah 76 tahun sejak Indonesia menjadi negara merdeka. 

"Maka ada banyak faktor kenapa literasi masyarakat Indonesia memilki persentase yang rendah. Permasalahan ini harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Bagaimana wacana mengenai ‘melek bacaan’ menjadi perhatian serius dalam semua kalangan masyarakat. Ketika keadaan melek bacaan menjadi sebuah budaya di Indonesia maka bukanlah mustahil untuk menjadi bangsa yang tidak hanya berhasil berkembang tetapi juga sebagai bangsa yang maju,"tuturnya.

Oleh karena itu, dia menjelaskan, bahwa terlepas dari itu segala suasana suram dalam dunia minat baca, perlu dipahami bahwa perubahan dari budaya dengar dan lisan ke budaya membaca dan menulis, diperlukan langkah-langkah yang strategis dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, membaca dan kebiasaan membaca umumnya diperoleh melalui pengalaman belajar membaca. Karena membaca merupakan bagian terpenting dalam peningkatan kualitas pendidikan yang lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia.

"Dengan membaca akan banyak informasi yang didapat dan sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan demikian, membaca dijadikan sebagai suatu kebiasaan begitu penting, artinya setiap warga masyarakat harus membiasakan diri untuk membaca,"katanya.

Acara Kampanye Membaca ini dikuti oleh 200 orang yang terdiri dari Unsur Siswa/i, Penggiat Literasi, Masyarakat, Mahasiswa dan Pengelola Perpustakaan. 





Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama