Ticker

6/recent/Ticker-posts

Menolak Atau Menerima Nelayan Andon Di Seira



Kepulauan Tanimbar, indometro.id - Pemuda 51 (Lima Satu) Seira satuhkan pendapat dan komitmen menolak atau menerima operasi kapal - kapal nelayan andon yang melakukan aktifitas pencarian telur ikan di wilayah perairan Seira, alasan penolakannya bahwa belum ditetapkannya peraturan desa terkait dengan beroperasinya nelayan nelayan tersebut. Saumlaki (01/05/2021)

Perjuangan penolakan Nelayan Andon ini telah dilakukan sejak tahun lalu, mulai dari Kabupaten hingga ke Provinsi namun ijin-ijin operasi dari nelayan tersebut belum juga berhasil dicabut.

Tomi Lenunduan mengatakan, Kapal Nelayan Telur ikan saat ini sudah mulai banyak di Kota Saumlaki dan dalam waktu dekat akan mulai Beroperasi di laut lepas Pulau Seira sebagai masyarakat Seira dan salah satu putera pemilik petuanan pulau Sukler saya hanya mau mengimbau kepada masyarakat Seira Blawat bahwa, jika Kita ingin menerima nelayan andon untuk beroperasi di Seira maka kita harus sepakati bersama terkait keuntungan apa saja yg akan didapatkan oleh masyarakat Seira secara keseluruhan supaya jangan ada Oknum-oknum tertentu yg mendapatkan keuntungan saat kapal-kapal nelayan andon beroperasi.

"Jika kita menolak maka sudah pastinya kita membuat satu pernyataan sikap untuk melakukan Penolakan terhadap nelayan tersebut supaya jika kita sudah menolak, maka otomatisnya nelayan tersebut tidak lagi beroperasi diwilayah kita tetapi jika kita sepakat untuk menerima tapi suatu kelak ada terjadi masalah maka lebih baik kita tolak supaya jangan ada masalah dikemudian hari" ungkapnya

Ketua IKLAS Ambon Demas Luanmase mengatakan, Problem nelayan andon merupakan ancaman masa depan dalam dunia perikanan Seira blawat, secara politik dagang ini merupakan strategi untuk menguasai daerah - daerah tertentu jika ini dibiarkan maka kedepan nasib Seira Blawat dan Selu Wuriyaru akan Sama Seperti Seram bagian timur khususnya di kobisonta yang kini dikuasai Oleh mereka yang dari luar.

"Mari jangan hanya melihat manfaat keberadaan mereka dalam Satu segi
semoga dapat dipahami oleh kita semua,
terlalu gampang orang daerah lain masuk didaerah kita dengan berlindung dibawa regulasi yang bersarat kepentingan pribadi dan kelompok padahal jika kita ke daerah lain blm tentu diberikan keluasan seperti kita di Seira Blawat" Ajak Luanmase

Joshua Melwewan mengatakan, Bicara nelayan andon harus berdasarkan bukti yang akurat. Apakah nelayan andon masi beroperasi, berapa mil pencarian nelayan andon dari pesisir ke laut, berapa titik tertentu yang sekarang nelayan andon beroparasi atau  kapal nelayan andon bersandar atau bertedu, Berapa per minggu atau per bulan atau per tahun berapa % masuk ke kas daerah, dan langsung turun berapa % masuk ke kecamatan dan desa beserta penghuni atau pemilik petuanan

Piter Layan mengatakan, Bicara soal Nelayan andon ini hampir mirip dengan PI, yaitu Tanimbar mengklaim untuk harus dapat jata besar sementara kajian untuk daerah penghasil Tanimbar sedikitpun tidak masuk dalam sona itu. sama halnya juga dengan nelayan andon dari lepas pantai para nelayan andon jau dari pulau seira dan ini merupakan hak dan kewenangan Pemprov akan tetapi para pengusaha Andon ini, masih menghargai bahwa wilayah pencarian mereka berada di kawasan pulau Seira dan seluruh kebutuhannya baik makanan, air, daun kelapa dan sebagainya mereka bergantung di pulau Seira sehingga apapun yang terjadi mereka tetap memberikan uang sirih pinang dan jasa labu, lemahnya kita adalah tidak ada perdes satupun di Seira.

Nikolas Besitimur mengatakan, alangka baiknya kita dorong DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar terkait persoalan nelayan Andon Seira. jelas - jelas waktu itu dalam Paripurna DPRD bersama masyarakat Seira Blawat, Wakil Ketua I DPRD KKT Jidon Kelmanutu,ST mengusulkan secara tegas untuk harus di bentuk Pansus terkait dengan persoalan Nelayan Andon yang datang dari Luar Daerah sejak Tahun 2012 sampai Tahun 2020.

"Diduga ada oknum pejabat yang bermain kotor di balik kasus ini kenapa kita tak dorong DPRD saja bentuk Pansus. Pada prinsipnya kami mendukung sepenuhnya pernyataan wakil ketua I DPRD Kepulauan Tanimbar, agar segera di bentuk pansus untuk kasus mafia nelayan andon Seira Blawat sejak Tahun 2012 hingga Tahun 2020 ini dapat terungkap secara terang benderang, siapa yang berada di belakang nelayan - nelayan andon ini" Tutupnya. (Tim Red)

Artikel Terkait