Pelajar Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 109 Kujang Kec.Cikoneng Kabupaten Ciamis Hadapi Pandemi Dengan Dakwah Antar Angkatan Melalui Sosmed - Indometro Media

Berita Terbaru

Wednesday, May 13, 2020

Pelajar Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 109 Kujang Kec.Cikoneng Kabupaten Ciamis Hadapi Pandemi Dengan Dakwah Antar Angkatan Melalui Sosmed

Baca Juga

foto : dok//indometro.id


Ciamis, indometro.id - Telah terbukti bahwa edukasi merupakan salah satu aspek keperluan bangsa yang berpengaruh besar mengenai jalannya kehidupan, terkhusus bagi peran para pelajar.

Tidak hanya sekedar mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar formal, ragamnya telah bercabang hingga dapat memanfaatkan canggihnya teknologi yang sudah tidak asing bagi para pelajar baik dalam bentuk formal maupun non formal, terkhusus di tengah pandemi ini.

Formalnya pendidikan sekolah dan lembaga lainnya tidak menjadikan pelajar dan para alumni puas begitu saja, hingga terbesit diantara mereka untuk menyuatkan suatu ide, dengan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan dunia saat ini, yaitu mengenakan fasilitas kecanggihan teknologi.

Untuk itu, Pelajar Persatuan Islam (Persis) melakukan giat berupa diskusi rutin setiap pekan di radio bahkan hingga live di instagram yang terus berlomba dari angkatan ke angkatan, sebagai sarana silaturahmi antara alumni dan calon alumni pada masanya.

Menurut Ajeng selaku pelopor, dakwah yang dimulai sejak 2 Mei 2020 ini, bisa menjadi amal kebaikan tanpa sengaja.

"Eksekusi atas rasa syukur masih diberi kesempatan duduk di bulan Ramadhan dan tergiur termeler-meler mendengar tawaran spesial Ramadhan, dimana banyak sekali kebaikan menjadi bertubi-tubi. Kebaikan diri saja demikian, apalagi menebar kebaikan. Makanya ada ungkapan, siapa yang menyemai dia akan menuai," tutur Alumni 109 Kujang pada rilis yang diterima pada Selasa (11/05/20).

Senada dengan Ajeng, Iqbal yang juga selaku pelopor mengatakan, siapa tahu jadi amal jariyah karena terinspirasi dari Al-Qur'an tentang Fadahilil Amal.

Sementara, menurut Mahira selaku pelajar Persis 109 Kujang, banyak pelajar yang terinspirasi karena sistem edukasi yang tidak membuat bosan, dari sanalah, para adik angkatan mengikuti jejak langkah jihad untuk pandemi dengan berdakwah.

"Mantap, perlu ditingkatkan. Karena selain tidak membosankan, sistemnya berpahala, menggugah hati dan iman. Menambah semangat kaula muda, membuat sadar bahwa perubahan bangsa ada di tangan para pemuda," ungkap Mahira bergelora.

Atas semua ikhtiar yang telah dilakukan selama ini, harapnya, berbagai metode pendidikan standar yang berlaku saat ini bisa terus berkembang sesuai perkembangan zaman, tanpa harus ada dekandensi intisari pendidikan, yaitu bagaimana mempelajari seni mendidik orang lain.

Mendidik menjadi manusia yang bisa berbagi keharuman kepada sesama, dan memberikan pengajaran dan pelajaran terbaik, dengan banyak cara yang tidak mengharuskan siapapun mengerenyitkan dahi.

"Juga, atas semua keringat yang berguguran, bisa menjadikan Ramadhan 1441 H ini, menjadi Ramadhan yang lebih baik, dan keluar bulan Ramadhan, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan hamba yang lebih taat," pungkasnya.(Faqihuddin Abdul Rasyid, melaporkan)


Sumber : indometro.id

No comments:

Post a Comment