| Foto |
Rumah Mardani yang juga ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kawasan Pondok Gede, Bekasi dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Sedangkan mobil milik Neno Warisman mendadak terbakar saat diparkir di depan rumahnya di Kawasan Cimanggis, Depok.
Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, walau masih terlalu dini mengaitkan peristiwa tersebut dengan aktivitas politik keduanya tetapi pelaku teror harus segera diringkus. Juga soal penyebab terbakarnya mobil Neno Warisman yang disebut akibat korsleting aki.
"Menjelang Pemilu 2019 teror sekecil apapun harus diwaspadai, tidak boleh dianggap peristiwa kriminal biasa. Kedua peristiwa ini harus diusut dan diungkap tuntas oleh aparat penegak hukum. Apa yang dialami Bang Mardani dan keluarganya sudah pasti aksi teror, pelakunya harus bisa ditangkap. Apa yang menimpa Mbak Neno Warisman juga harus diungkap apa benar hanya karena korsleting aki?," paparnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (23/7).
Menurut Fahira, pengusutan kedua peristiwa itu menjadi penting agar kasusnya tidak dimanfaakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana menjelang Pemilu 2019. Jika peristiwa tersebut dianggap teror biasa dan lewat begitu saja, maka bukan tidak mungkin dapat terjadi aksi teror lain.
Dia menambahkan, perbedaan pandangan politik menjelang Pemilu 2019 yang semakin tajam adalah hal lumrah. Namun, perbedaan bisa menjadi gesekan besar jika aksi-aksi teror seperti itu dianggap biasa.
"Agar tidak menjadi ajang saling curiga dan dimanfaatkan untuk mengadu domba, saya berharap kasus ini bisa terungkap sejelas-jelasnya. Penegakan hukum menjadi satu-satunya cara agar demokrasi kita tidak dinodai dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," demiian Fahira. (rmol)
Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, walau masih terlalu dini mengaitkan peristiwa tersebut dengan aktivitas politik keduanya tetapi pelaku teror harus segera diringkus. Juga soal penyebab terbakarnya mobil Neno Warisman yang disebut akibat korsleting aki.
"Menjelang Pemilu 2019 teror sekecil apapun harus diwaspadai, tidak boleh dianggap peristiwa kriminal biasa. Kedua peristiwa ini harus diusut dan diungkap tuntas oleh aparat penegak hukum. Apa yang dialami Bang Mardani dan keluarganya sudah pasti aksi teror, pelakunya harus bisa ditangkap. Apa yang menimpa Mbak Neno Warisman juga harus diungkap apa benar hanya karena korsleting aki?," paparnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (23/7).
Menurut Fahira, pengusutan kedua peristiwa itu menjadi penting agar kasusnya tidak dimanfaakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana menjelang Pemilu 2019. Jika peristiwa tersebut dianggap teror biasa dan lewat begitu saja, maka bukan tidak mungkin dapat terjadi aksi teror lain.
Dia menambahkan, perbedaan pandangan politik menjelang Pemilu 2019 yang semakin tajam adalah hal lumrah. Namun, perbedaan bisa menjadi gesekan besar jika aksi-aksi teror seperti itu dianggap biasa.
"Agar tidak menjadi ajang saling curiga dan dimanfaatkan untuk mengadu domba, saya berharap kasus ini bisa terungkap sejelas-jelasnya. Penegakan hukum menjadi satu-satunya cara agar demokrasi kita tidak dinodai dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," demiian Fahira. (rmol)


Posting Komentar untuk "Waspadai Aksi Teror Menjelang Pemilu"