![]() |
| Ketua Baznas Tulangbawang RD |
TULANG BAWANG –Indometro.Id Alokasi anggaran untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang kini menjadi sorotan tajam.
Program yang seharusnya menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat lemah dan pelaku usaha kecil dinilai berjalan di tempat dan terkesan terbengkalai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat lokal. Muncul dugaan bahwa program bantuan modal usaha tersebut hanya dijadikan sebagai seremonial atau modus kegiatan formalitas tanpa memberikan dampak nyata jangka panjang bagi kemandirian ekonomi para mustahik (penerima zakat).
Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum seharusnya disalurkan secara produktif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Namun, minimnya keterbukaan informasi mengenai jumlah penerima manfaat yang aktif dan realisasi anggaran UMKM memicu tanda tanya besar terkait komitmen tata kelola kelembagaan BAZNAS setempat.
Masyarakat dan pengamat mendesak pihak internal BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang untuk segera membuka data realisasi program ke publik guna menepis isu negatif. Selain itu, Inspektorat Daerah dan lembaga pengawas terkait diminta turun tangan untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap alokasi dana umat tersebut.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi guna memastikan bahwa dana zakat produktif benar-benar sampai ke tangan pelaku UMKM yang berhak, bukan sekadar menjadi catatan di atas kertas.
Masarakat tukang bawang menilai kegiatan UMKM yang di anggar kan dari BAZNAZ sebesar Rp 1000.000. satu juta rupiah kuat dugaan tebang pilih pengajuan kegiatan usaha di duga banyak fiktif sehingga menjadi pertanyaan publik .
Kepala baznaz kabupaten tulang bawang ust RD seharus nya bisa mastikan bagi pemilik usaha UMKM itu masih aktif dan berjalan lancar yang berhak menerima bantuan tambahan modal usaha Namun fakta yang di lapangan kegiatan usaha UMKM banyak modus bahkan ada beberapa hasil pantauan media bongkar pos di lapangan gerobak daganan yang di ajukan cuma pormalitas saja di guna kan alat untuk mendapatkan kan modal usaha yang sebesar Rp 1.000 000 satu juta rupiah .salah satu nya gerobak jualan yang terletak di pasar lama jln Senayan setelah mendapat kan setiker BAZNAS UMKM belum sempat di lihat mendiri kan usaha sampai sekarang,sampai berita ini di Terbitkan dari pihak Baznas belum memberikan hak jawab di hubungi lewat via WhatsApp ketua atau pun wakil dari Baznas Tulung bawang tidak merespon Tim media (Robinsah)
Saptu(3/10/2026)




Posting Komentar untuk "Ketua Baznas Tulang Bawang Di Sorot Sehingga Menjadi Pertanyaan publik"