Ketapang, Kalbar–IndoMetro.id.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo melontarkan teguran keras kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, khususnya jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Rabu (7/10/2026).
Teguran tersebut berkaitan dengan batalnya pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor di kawasan Payak Kumang yang sebelumnya ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini.
Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena pembangunan GOR Indoor disebut sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan olahraga sekaligus menunjang pelaksanaan berbagai event olahraga di Kabupaten Ketapang.
Alexander Wilyo menegaskan bahwa kegagalan pelaksanaan pembangunan pada tahun ini tidak boleh kembali terjadi pada tahun berikutnya. Ia bahkan memberikan ultimatum keras kepada jajaran yang bertanggung jawab agar proyek tersebut dapat diselesaikan dan difungsikan pada tahun depan.
“Ini prioritas daerah. Saya tidak mau tahu, GOR finis tahun depan. Kalau ini tak jalan, saya nonjob kalian,” tegas Alexander Wilyo saat menyampaikan arahan dalam kegiatan MoU antara KONI Kabupaten Ketapang dengan BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena pembangunan fasilitas olahraga bukan sekadar persoalan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta kemampuan perangkat daerah menerjemahkan target kepala daerah ke dalam program yang benar-benar berjalan.
Kegagalan merealisasikan pembangunan GOR pada tahun ini tentu menyisakan pertanyaan publik,di titik mana proses pembangunan tersebut tersendat?
Apakah persoalannya berada pada tahap perencanaan, penganggaran, administrasi, proses pengadaan, atau faktor teknis lainnya?
Jika GOR Indoor memang ditetapkan sebagai prioritas daerah, publik tentu berhak mengetahui alasan pembangunan tersebut batal dikerjakan tahun ini, termasuk langkah konkret Pemkab Ketapang untuk memastikan target penyelesaian pada tahun depan tidak kembali meleset.
Ultimatum nonjob yang disampaikan Bupati juga menunjukkan bahwa persoalan tersebut dipandang serius oleh pemerintah daerah. Namun, ketegasan perintah tentu perlu diikuti dengan penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab, apa penyebab kegagalan, serta bagaimana peta jalan pembangunan GOR hingga benar-benar dapat digunakan masyarakat.
Kini perhatian publik tertuju pada Dispora dan Pemkab Ketapang, apakah ultimatum tersebut akan berhenti sebagai peringatan di Pendopo, atau benar-benar diwujudkan menjadi percepatan pembangunan GOR Indoor Payak Kumang?
IndoMetro.id masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait atas pemberitaan ini.
Pewarta.( IR )




Posting Komentar untuk "Bupati Ketapang Ultimatum ASN GOR Indoor Gagal Dikerjakan Tahun Ini, ASN Diancam Nonjob""