TULUNGAGUNG - Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat di Kabupaten Tulungagung. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung membangun sinergi melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pendidikan Tahun 2026, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di LIUR FM tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sudarmadji, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber. Ia memaparkan kebijakan dan strategi Dinas Pendidikan dalam mendukung pelaksanaan program P4GN, terutama melalui penguatan peran satuan pendidikan sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran antinarkoba di kalangan pelajar.
Bimtek ini diikuti wakil kepala sekolah bidang kurikulum tingkat SMP, guru sekolah dasar (SD), serta pegawai BNNK Tulungagung. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung pencegahan narkotika sejak dini.
Upaya tersebut menegaskan bahwa persoalan narkotika bukan semata-mata urusan aparat penegak hukum maupun lembaga yang menangani pemberantasan narkoba. Dunia pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kedisiplinan, serta membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan untuk menghindari perilaku berisiko.
Sekolah Harus Menjadi Benteng Perlindungan Generasi Muda
Lingkungan pendidikan merupakan salah satu ruang penting dalam membangun pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda. Karena itu, penguatan program P4GN di sekolah perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya perlindungan peserta didik, bukan sekadar kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara insidental.
Melalui materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jajaran pendidikan didorong memahami kebijakan dan strategi pencegahan narkotika agar dapat mendukung penerapannya di lingkungan sekolah.
Pencegahan yang efektif membutuhkan pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Peserta didik perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai bahaya narkotika, memahami dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan, serta memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang berpotensi menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkoba.
Dalam konteks tersebut, guru dan tenaga kependidikan mempunyai posisi penting. Selain menjalankan fungsi pengajaran, mereka dapat berkontribusi dalam membangun komunikasi yang sehat dengan siswa, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak.
Namun, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penyampaian materi. Diperlukan konsistensi dalam pembinaan karakter, penguatan pengawasan yang proporsional, serta mekanisme koordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan indikasi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sinergi BNNK dan Dinas Pendidikan Perlu Berlanjut hingga Sekolah
Kolaborasi antara BNNK Tulungagung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan edukasi P4GN. Melalui keterlibatan tenaga pendidik dan unsur terkait, pesan pencegahan diharapkan tidak berhenti pada forum bimbingan teknis, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru memiliki peran strategis dalam mendukung penyampaian edukasi yang sesuai dengan kebutuhan serta tingkat pemahaman peserta didik. Sementara itu, koordinasi dengan BNNK dapat memperkuat ketepatan informasi dan mendukung upaya pencegahan berdasarkan pendekatan yang lebih terarah.
Ke depan, keberhasilan program semacam ini perlu ditopang dengan tindak lanjut yang terukur, mulai dari penyebarluasan materi edukasi, penguatan kapasitas penggiat P4GN di sekolah, hingga evaluasi.(HF



Posting Komentar untuk "BNNK dan Dinas Pendidikan Tulungagung Perkuat Benteng Antinarkoba di Sekolah, Penggiat P4GN Dibekali Strategi Pencegahan"