Reduce bounce ratesindo SPPG Kutawaringin Tarik Paket MBG Usai Guru Mual dan Muntah, Aroma Bakso Berubah Jadi Sorotan - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

SPPG Kutawaringin Tarik Paket MBG Usai Guru Mual dan Muntah, Aroma Bakso Berubah Jadi Sorotan


Pringsewu, indometro.id — Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutawaringin, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, pada Kamis, 17 September 2026, berujung pada penarikan kembali paket makanan setelah seorang guru dilaporkan mengalami mual dan muntah.

Persoalan ini menjadi perhatian karena dalam laporan khusus yang dibuat SPPG Kutawaringin disebutkan bahwa penyebab gangguan pencernaan tersebut masih dalam proses penyelidikan, sementara Puskesmas Bandung Baru memberikan dugaan sementara bahwa bahan baku bakso mengalami perubahan aroma dan tekstur.

Laporan bernomor 001/LK/SPPG-WK/IX/2026 tersebut dibuat Kepala SPPG Kutawaringin untuk dilaporkan kepada Kepala KPPG Bandar Lampung. Kejadian disebut berlangsung pada 17 September 2026 di wilayah pelayanan SPPG Kutawaringin.

Berdasarkan laporan tersebut, terdapat satu orang guru yang dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan berupa mual dan muntah.

Guru yang disebut dalam laporan adalah Basirun. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Bandung Baru untuk mendapatkan pemeriksaan.

Laporan mencatat satu orang mendapat perawatan di puskesmas, sementara tidak ada pasien yang dirawat inap.

Pihak SPPG menyebut sekolah menghubungi mereka sekitar pukul 08.00 WIB dan menyampaikan adanya guru yang mengalami keluhan kesehatan.

Setelah menerima informasi tersebut, SPPG melakukan koordinasi dengan Puskesmas Bandung Baru. Pihak SPPG juga meminta peserta didik maupun guru untuk tidak mengonsumsi paket MBG yang telah dikirim dan melakukan penarikan terhadap ompreng yang telah didistribusikan.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan terdapat tujuh PIC sekolah maupun kader yang telah melakukan apa yang disebut dalam dokumen sebagai “ujianorleptik” atau uji organoleptik sekitar pukul 08.15 WIB.

Tujuh titik tersebut adalah RA Muslimat, MIN 2 Pringsewu, B3 Totokarto, B3 Bandung Baru Barat, B3 Sinar Waya, SD 4 Bandung Baru, dan SD 1 Sinar Waya.

Namun, laporan menyebut dari tujuh titik tersebut tidak terdapat kejadian serupa yang dilaporkan selain keluhan yang dialami guru di RA Muslimat.

Basirun kemudian dibawa ke Puskesmas Bandung Baru sekitar pukul 08.38 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan, ia disebut diperbolehkan pulang sekitar pukul 09.50 WIB.

Kepala SPPG Kutawaringin, Mustopa, S.P kepada awak media mengatakan bahwa guru yang bersangkutan telah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Bandung Baru.

"Alhamdullilah kami juga sudah bertemu pihak keluarga di malam Sabtu , beliau sudah sembuh dan kami pun sudah clear malam itu dengan pihak keluarga," ungkap Mustopa, Minggu (20/09/2026).

Dalam laporan kronologi, menu yang dicantumkan antara lain nasi putih, tempe orek, bakso BBQ, dan buah apel. Dokumentasi makanan disebut turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian dari jajaran kesehatan daerah. Laporan menyebutkan pada pukul 10.15 WIB, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu bersama Kepala Puskesmas dan staf serta Korcam Adiluwih meninjau SPPG Kutawaringin.

Dalam pemeriksaan awal terhadap sampel makanan yang dimakan Basirun dan sampel makanan yang disimpan di tempat penyimpanan, laporan menyebut belum ditemukan indikasi keracunan yang disebabkan oleh menu pada 17 September 2026.

Pada pukul 12.15 WIB, sampel makanan yang dimakan Basirun serta sampel makanan dari pengawas gizi dikirim ke Lapkesda Bandar Lampung untuk dilakukan pengujian laboratorium.

SPPG menyatakan penyebab gangguan pencernaan masih diselidiki atau dianalisis oleh Puskesmas Bandung Baru dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.

Namun, laporan tersebut juga mencatat adanya dugaan sementara dari Puskesmas Bandung Baru bahwa bahan baku bakso mengalami perubahan aroma dan tekstur.

Catatan tersebut tentu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab keluhan kesehatan yang dialami guru.

Sebab, berdasarkan laporan yang sama, sampel makanan telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium. Dengan demikian, hasil pengujian menjadi bagian penting untuk menjelaskan apakah terdapat hubungan antara makanan yang dikonsumsi dengan keluhan kesehatan tersebut.

Dalam kesimpulannya, SPPG Kutawaringin menyebut dari tujuh PIC sekolah maupun kader yang telah mengonsumsi menu pada 17 September 2026, hanya satu orang yang mengalami mual.

SPPG juga menyebut monitoring terhadap 16 titik distribusi sampai pukul 16.00 WIB tidak menemukan laporan kejadian menonjol lainnya.(*)

Posting Komentar untuk "SPPG Kutawaringin Tarik Paket MBG Usai Guru Mual dan Muntah, Aroma Bakso Berubah Jadi Sorotan "

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan