Reduce bounce ratesindo Rotasi Besar Kepala SMP Tulungagung, Dua Sekolah Masih Menunggu Kepastian - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Rotasi Besar Kepala SMP Tulungagung, Dua Sekolah Masih Menunggu Kepastian



TULUNGAGUNG – Indometro.id- Penataan kepala sekolah jenjang SMP di Kabupaten Tulungagung kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (10/9/2026), sebanyak 21 kepala sekolah tercatat mengalami pergeseran penugasan ke sejumlah satuan pendidikan di berbagai wilayah.

Pergeseran tersebut mencakup sekolah di Kecamatan Ngunut, Kalidawir, Pakel, Karangrejo, Pagerwojo, Bandung, Pucanglaban, Tulungagung, Kedungwaru, Ngantru, Kauman, Sendang, Sumbergempol, Gondang, Tanggunggunung hingga Campurdarat.
Namun, rotasi kepala sekolah semestinya tidak berhenti pada sekadar pergantian nama dan tempat penugasan.

Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah tata kelola sekolah, pembinaan guru, kedisiplinan, kualitas pembelajaran, pengelolaan anggaran hingga peningkatan prestasi peserta didik.

Karena itu, setiap perubahan penugasan idealnya memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, profesional dan substantif. Rotasi harus memiliki tujuan dan target yang terukur, sehingga masyarakat dapat melihat dampak nyata setelah kepala sekolah menempati tempat tugas yang baru.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut daftar kepala sekolah beserta penempatan lama dan barunya:

Drs. Masroyan — SMPN 2 Ngunut → SMPN 2 Tulungagung.
Dwi Sainatun, S.Pd., M.Pd. — SMPN 2 Kalidawir → SMPN 2 Ngunut.
Hari Suci Falidiyanto, S.Pd., M.Pd. — SMPN 2 Pakel → SMPN 4 Tulungagung.
Maryono, S.Pd., M.Pd. — SMPN 2 Karangrejo → SMPN 1 Pakel.
Hari Purwanto, S.Pd. — SMPN 2 Pagerwojo → SMPN 2 Karangrejo.
Sadiyatul Munawaroh, S.Ag., M.Pd.I. — SMPN 3 Bandung → SMPN 1 Tulungagung.
Hamid Rouf, S.Pd., M.KPd. — SMPN 2 Pucanglaban → SMPN 1 Kedungwaru.
Bambang Nurdin, S.Pd., M.Pd. — SMPN 1 Ngantru → SMPN 2 Kauman.
Siti Ngaisah, M.Pd.I. — SMPN 1 Pucanglaban → SMPN 1 Ngantru.
Joko Prayitno, S.Pd. — SMP Satu Atap Sendang → SMPN 1 Pucanglaban.
Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd. — SMPN 2 Bandung → SMPN 6 Tulungagung.
Drs. Wisnu Wardono, MM — SMPN 2 Tanggunggunung → SMPN 2 Campurdarat.
Zainul Muttaqin, S.Pd. — SMPN 1 Sumbergempol → SMPN 2 Kalidawir.
Slamet Sudarto Budiono, S.Pd., M.Si. — SMPN 1 Kalidawir → SMPN 2 Pakel.
Gunawan, M.Pd. — SMPN 4 Pagerwojo → SMPN 2 Pagerwojo.
Imatul Awaliyah, S.Pd. — SMPN 1 Gondang → SMPN 3 Bandung.
Rohmad, S.Pd., M.Pd. — SMPN 1 Tulungagung → SMPN 2 Pucanglaban.
Nur Kholifah, S.Pd. — SMPN 1 Sumbergempol → SMPN 1 Sumbergempol.
Ilham Zulkanaen, S.Pd., M.Pd. — SMPN 6 Tulungagung → SMP Satu Atap Sendang.
Henry Suseno, S.Pd., M.Pd. — SMPN 3 Kedungwaru → SMPN 2 Bandung.
Hadi Purwanto, M.Pd. — SMPN 1 Kalidawir → SMPN 1 Tanggunggunung.

Di balik 21 perubahan penugasan tersebut, terdapat persoalan lain yang tidak boleh luput dari perhatian. Berdasarkan data yang dihimpun, SMPN 3 Kalidawir dan SMPN 1 Sendang masih mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah.

Kondisi ini membutuhkan respons cepat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Sekolah tidak semestinya dibiarkan tanpa kepastian kepemimpinan, mengingat kepala sekolah merupakan pusat pengendalian manajemen dan koordinasi dalam satuan pendidikan.

Apabila kepala sekolah definitif belum dapat ditetapkan, setidaknya harus ada mekanisme penugasan sementara yang jelas agar roda organisasi sekolah tetap berjalan secara efektif.

Lebih dari itu, masyarakat juga patut mengetahui apa target yang hendak dicapai dari penataan tersebut. 

Apakah rotasi ditujukan untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan prestasi siswa atau menjawab kebutuhan khusus di masing-masing sekolah?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kinerja para kepala sekolah yang mendapat penugasan baru tersebut akan dievaluasi.

Sebab, keberhasilan rotasi tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya pejabat yang berpindah tempat.

Keberhasilan harus terlihat melalui perubahan nyata di sekolah, mulai dari tata kelola yang semakin tertib, pembelajaran yang semakin berkualitas, guru yang semakin profesional, pengelolaan sekolah yang akuntabel hingga prestasi peserta didik yang meningkat.

Dinas Pendidikan juga dituntut terbuka mengenai dasar penempatan, kebutuhan masing-masing sekolah serta mekanisme evaluasi terhadap kepala sekolah yang mendapatkan penugasan baru.

Transparansi menjadi penting agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persepsi sebagai sekadar “tukar kursi”, melainkan benar-benar menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan rotasi bukanlah berapa banyak nama yang berpindah, melainkan seberapa besar perubahan positif yang terjadi di sekolah.

Jika 21 kepala sekolah tersebut mampu membawa perbaikan nyata, maka penataan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan Tulungagung.

Namun ada satu hal yang tidak boleh ditunda: SMPN 3 Kalidawir dan SMPN 1 Sendang harus segera mendapatkan kepastian kepemimpinan.

Jangan sampai jabatan bergeser dengan cepat, tetapi peningkatan kualitas pendidikan justru berjalan lambat.(AG

Posting Komentar untuk "Rotasi Besar Kepala SMP Tulungagung, Dua Sekolah Masih Menunggu Kepastian"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :