Reduce bounce ratesindo Hadapi Kemarau, Dinas Pertanian Tulungagung Genjot Produksi Padi Lewat Tabela dan Varietas Unggul - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Hadapi Kemarau, Dinas Pertanian Tulungagung Genjot Produksi Padi Lewat Tabela dan Varietas Unggul


TULUNGAGUNG –imdometro.id-Musim kemarau tidak menghentikan upaya Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam menjaga produktivitas padi. Berbagai inovasi budidaya, mulai dari penerapan Tanam Benih Langsung (Tabela), penggunaan varietas unggul, optimalisasi indeks pertanaman hingga penguatan sistem pengairan terus dilakukan agar lahan pertanian tetap produktif.

Salah satu inovasi yang terus dikembangkan adalah metode Tabela yang diterapkan di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang. Program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui 19 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Tulungagung.

Saat ini, penerapan Tabela telah mencakup lahan lebih dari 100 hektare di berbagai wilayah. Metode tersebut dinilai mampu menekan kebutuhan tenaga kerja dan biaya budidaya karena proses penanaman dilakukan secara langsung, sekaligus mempercepat proses produksi.

Dari sisi potensi hasil, Tabela diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 10–12 ton per hektare. Sedangkan metode konvensional berada pada kisaran 7–8 ton per hektare.

Perbedaan juga terdapat pada kebutuhan benih. Pola konvensional umumnya membutuhkan sekitar 25–45 kilogram benih per hektare, sedangkan Tabela membutuhkan sekitar 80–100 kilogram per hektare karena benih ditanam langsung dengan populasi lebih rapat.

Selain Tabela, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung juga mengembangkan varietas padi Paktiwi 1 di Desa Dukuh, Kecamatan Gondang. Varietas tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan potensi produksi sekitar 7–8 ton per hektare.

Paktiwi 1 dinilai sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Gondang. Bulirnya cenderung lebih besar dan berisi. Pengembangan varietas tersebut juga diarahkan untuk mendukung Indeks Pertanaman (IP) 300, yakni tiga kali tanam dalam satu tahun.

Pengembangan Tabela dan varietas unggul tersebut mendapat pendampingan dari Kelompok Tani Desa Dukuh, Kelompok Tani Desa Kendal dan Kelompok Tani Desa Bendungan bersama Kepala BPP Pertanian Kecamatan Gondang. Pendampingan dilakukan untuk memastikan teknologi budidaya dapat diterapkan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, M.M., Selasa (29/9/2026), mengatakan musim kemarau bukan alasan bagi petani untuk mengurangi produktivitas.

“Kita terus mendorong petani agar tetap produktif meskipun menghadapi musim kemarau. Inovasi seperti Tabela, penggunaan varietas unggul, optimalisasi indeks pertanaman dan dukungan pengairan harus terus diperkuat. Dengan demikian, lahan tetap produktif, produksi pangan terjaga dan pendapatan petani dapat meningkat,” tegas Suyanto.

Menurutnya, keberlangsungan produksi pertanian pada musim kemarau juga sangat bergantung pada ketersediaan air. Karena itu, infrastruktur pengairan seperti irigasi perpompaan, perpipaan dan jaringan irigasi tersier terus dioptimalkan untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian.

Dengan dukungan pengairan tersebut, petani dapat menyesuaikan komoditas yang dikembangkan berdasarkan kondisi lahan dan ketersediaan air. Selain padi, sejumlah komoditas seperti jagung, palawija, hortikultura dan tembakau juga tetap menjadi bagian penting dari produktivitas pertanian Tulungagung.

Pada komoditas tembakau, luas lahan mencapai sekitar 988 hektare. Produktivitas tembakau rajangan kering berada pada kisaran 1.400–1.700 kilogram per hektare, atau sekitar 14–18 ton per hektare dalam bentuk daun basah. Saat ini, proses panen raya telah berlangsung lebih dari 50 persen.

Dari sisi harga, tembakau daun basah berada pada kisaran Rp700.000–Rp950.000 per kuintal, sedangkan tembakau kering rajangan berkisar Rp120.000–Rp130.000 per kilogram.

Hasil tembakau rajangan Jawa dari Tulungagung juga memiliki pasar cukup luas. Selain memenuhi kebutuhan pabrik lokal, produksinya dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Trenggalek, Pacitan dan Wonogiri, hingga menjangkau pasar Sumatra dan Kalimantan.

Sementara itu, komoditas jagung juga menunjukkan capaian produksi yang

Posting Komentar untuk "Hadapi Kemarau, Dinas Pertanian Tulungagung Genjot Produksi Padi Lewat Tabela dan Varietas Unggul"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan