Simeulue, Indometro.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi nelayan di Kabupaten
Simeulue, Provinsi Aceh. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,
program ini dapat membuka peluang pasar bagi hasil perikanan lokal.
Sebagai daerah kepulauan yang memiliki potensi sumber daya
laut, Kabupaten Simeulue mempunyai peluang untuk mengoptimalkan hasil tangkapan
nelayan dalam mendukung penyediaan bahan pangan bergizi.
Berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan dapat menjadi
salah satu sumber protein hewani untuk memenuhi kebutuhan menu makanan dalam
program MBG.
Keterlibatan nelayan lokal dalam rantai pasok program
tersebut diharapkan mampu meningkatkan permintaan terhadap hasil tangkapan
ikan. Dengan adanya pasar yang lebih terencana, nelayan berpeluang memperoleh
tambahan saluran pemasaran, sehingga hasil tangkapan tidak hanya bergantung
pada penjualan di pasar tradisional maupun kepada pedagang pengumpul.
Selain berpotensi meningkatkan pemasaran hasil laut,
pemanfaatan ikan lokal juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian
masyarakat pesisir. Perputaran ekonomi dapat melibatkan berbagai pihak, mulai
dari nelayan, pedagang ikan, pelaku usaha pengolahan hasil laut hingga penyedia
kebutuhan pangan lainnya.
Salah seorang pemasok ikan ke sebagian dapur-dapur SPPG di Simeulue
menyebutkan selama MBG berjalan harga ikan sudah mulai naik. Bahkan menurut nya
terkadang dengan tinggi nya permintaan ikan saat ini ia terkadang sesekali terpaksa
membawa ikan dari luar karena stok sewaktu-waktu kurang.
“Alhamdulillah, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan kita tetap
kita tampung, harganya pun lumayan naik dari sebelum ada MBG. Bahkan saya pernah
terpaksa bawa ikan dari luar Simeulue karena saat itu ikan kurang di sini”. Sebut
salah seorang pelaku usaha yang turut memasok ikan kedapur MBG di Simeulue.
Koordinasi antara pengelola program MBG, pelaku usaha, pemerintah
daerah, dan kelompok nelayan juga diperlukan agar peluang tersebut dapat
dimanfaatkan secara optimal. Dengan sistem pengadaan yang melibatkan pelaku
usaha lokal, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penerima
makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam penyediaan
bahan pangan.
Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, program MBG
berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi nelayan
di Kabupaten Simeulue, sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara
berkelanjutan.




Posting Komentar untuk "Program MBG Dinilai Beri Dampak Positif bagi Nelayan di Kabupaten Simeulue"