Bondowoso - indometro.id.
ibu Kiptiyah adalah seorang ibu rumah tangga (50) tahun, alamat Kelurahan Kademangan Kecamatan Bondowoso, yang mengaku di aniaya anak tirinya (Hairut).
awalnya ibu Kip panggilan akrabnya mendampingi partner bisnisnya ibu Rohimah yang merupakan pengusaha Kios Pupuk (UD.Barokah) dalam acara Sosialisasi Penilaian Kinerja Pengecer (PKK) Tahun 2022, dikantor Distributor Pupuk Urea Bersubsidi di Desa Sumber Tengah Dusun Poler Kec.Binakal, tepatnya di rumah Suprapto yang masih suami sah Ibu Kiptiyah, pada rabu 06 Juli 2022 dari jam 08-00 sampai dengan jam 10-00 WIB.
acara sosialisasi ini bertujuan untuk koordinasi sekaligus evaluasi Kios Pupuk Lengkap Bersubsidi, demikian yang tertera dalam surat uandangan yang ditunjukkan,
ibu Rohimah yang meminta didampingi ibu Kip hadir ke Kantor Distributor Pupuk saat acara sudah hampir usai, dan para Pemilik Kios Pupuk yang juga diundang sudah pada mau pulang, namun Ibu Rohimah bersama Ibu Kip tetap masuk ke kantor Distributor.
diluar dugaan mereka berdua, saat duduk dikursi dalam kantor langsung dimarahi oleh Suprapto selaku Distributor Pupuk di wilayahnya, sehingga terjadi adu mulut sengit, yang ahirnya merembet pada Ibu Kiptiyah, bahkan ibu Kip hampir dipukul dengan tempat buntung rokok (asbak) yang terbuat dari kaca, tak hanya itu putra Suprapto (Hairut) turut serta adu mulut dengan ibu Kip tentang masalah kios pupuk yang dikelola oleh ibu Rohimah yang di modali oleh Ibu Kip, bahkan dengan nada kasar dan mengunci pintu saat Rohimah disuruh keluar,
"saya diminta oleh Rohimatun untuk mendampingi, karena dia merasa ketakutan dan trauma atas kejadian sebelumnya, yang pernah dijemput paksa oleh pihak Distributor CV Lancar Jaya dipaksa tanda tangan untuk pengunduran diri" ungkap Ibu Kiptiyah.
"saya dengan Rohimah dimarahi dan dibentak-bentak, bahkan saya hampir dipukul dengan Asbak rokok, saat cekcok, yang kebetulan ada saksinya P.Hartono Adi Santuso selaku staf admin di distributor" papar Ibu Kiptiyah.
"selanjutnya Rohimah disuruh keluar dan pintunya langsung dikunci, Hp saya merk relmi dirampas, untung saya bawa Hp dua, dan sempat saya rekam saat cekcok dengan saya, ini rekamannya mas" lanjut ibu Kip sambil memutar rekamannya.
"Hairut yang merupakan anak tiri saya sangat marah sekali pada saya, karena saya paparkan tentang indikasi pemalsuan kwitansi pupuk, sebab rohimah cuma diberi kwitansi sedangkan pupuknya tidak dikirim, nah saat itulah saya langsung dicekit oleh anak tiri saya (Hairut), saya berupaya melepaskan diri dengan sekuat tenaga sehingga saya bisa lepas dan melarikan diri lewat pintu lain, setelah saya diluar, lalu saya telpon temen saya agar dijemput, " jelas nya sambil menunjukkan bekas kuku dilehernya, saat dikonfirmasi awak media di rumahnya usai dari puskesmas kademangan, sabtu 09/06/22.
"lalu saya lapor kejadian tersebut ke Polres Bondowoso, kemudian saya di visum di RS Bhayangkara dengan didampingi Polisi dari Polres, setelah pelaporan selesai, surat bukti laporan saya serahkan ke Kuasa Hukum saya Advokat Edi Firman SH.MH. " papar ibu kip.
"saya pasrahkan semua kasus yang terjadi pada diri saya terhadap beliau kuasa hukum saya dan Aparat Penegak Hukum" tandasnya.
sementara Suprapto saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan " kami hanya cek cok mulut tidak ada kekerasan" kilahnya
ditempat berbeda Advokat Edi
Firman mengakui bahwa kliennya telah menyerahkan surat bukti laporan polisi, "ya benar ibu Kiptiyah telah menyerahkan bukti surat pelaporannya pada saya, dan masih di dalami oleh pihak kepolisian" tuturnya.
"laporan ibu kiptiyah tentang penganiayaan yang di alaminya sudah dalam proses" lanjutnya singkat saat dikonfirmasi via selulernya.
(Ahyar Rosyid).





Posting Komentar untuk "Viral, diduga Seorang Ibu dianiaya Anak Tirinya"