Sintang, Indometro.id Akibat longsornya tanggul atau geobag di pinggiran sungai melawi di Jalan Teuku Umar Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa malam (01/02/2022), tepatnya yang terparah terjadi berada di depan Masjid Al Muttaqin.
Longsornya geobag tersebut akibat diguyur hujan deras menjadi tanda tanya besar masyarakat berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan geobag tersebut.
Menurut informasi yang diterima oleh media ini pada hari Rabu pagi (02/02/2022), dari pihak Humas PT. Wijaya Karya Persero Tbk (PT. Wika) menjelaskan bahwa pembangunan tersebut dalam mengantisipasi tanggap bencana yang diprediksikan akan terjadi gelombang Lanina di bulan Februari tahun 2022 ini.
"Terus terang ini adalah tanggap darurat, dikarenakan BUMN yang terdekat adalah kami, karena negara harus hadir ditengah bencana waktu itu. Jadi ini tidak ada rencana dan murni tanggap bencana darurat," ungkap Feri selaku Humas PT. Wika saat diwawancarai oleh awak media ini pada hari Rabu siang (02/02/2022).
Feri menambahkan ketika ditanyakan terkait anggaran geobag tersebut mengatakan bahwa pihak pelaksana proyek melakukan kerja sosial tanpa pembiayaan terlebih dahulu.
"Karena perintahnya bekerja dulu dan negara hadir disini. Terkait anggaran kami belum ada hitung-hitungan. Intinya bergerak, bekerja untuk masyarakat," tambah Feri menjelaskan.
Berbeda halnya dengan pernyataan yang disampaikan oleh Manager Project PT. Wika yang mengatakan bahwa estimasi anggaran berkisar 28 miliyar per 5,3 kilometer.
Terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB), Feri menjelaskan bahwa pihak pelaksana proyek tidak memikirkan hal tersebut dikarenakan perintahnya langsung dikerjakan.
"Karena ini merupakan tanggap darurat seperti musibah banjir yang melanda Kabupaten Sintang beberapa bulan yang lalu," tutup Feri (Bostang)


Posting Komentar untuk "Tidak Transparannya PT. Wika Terkait Anggaran Pembangunan Geobag, Akibatkan Longsornya Geobag Di Pinggiran Sungai Melawi"