Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kades Candiareng, Aktifkan Balaidesa Jadi Balai Budaya

Remaja Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Berlatih Menari di Balaidesa setempat.

Batang, indometro.id - Era modernisasi yang ditandai berkembang pesatnya digitalisasi, dimana masyarakat midah mengakses informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu maka akan mengakibatkan nilai-nilai kebudayaan daerah tersisihkan sehingga dimungkinkan masyarakat khususnya generasi muda tidak lagi “mengenal" budayanya sendiri disebabkan kurangnya perhatian.

Berangkat dari rasa kekhawatiran akan terlupakannnya budaya lokal, Kades Candiareng, Turmudhi mengajak generasi muda diwilayahnya untuk berperan aktif dalam “nguri-uri” budaya lokal.

Ditemui awak media pada Senin (18/01/2020) Kepala Desa, Candiareng Turmudhi menyampaikan bahwa generasi muda punya peran yang sangat penting dalam memajukan budaya daerah, pelestarian seni dan budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pemuda yang diharapkan mempunyai kepedulian dalam melestarikan budaya daerah, untuk itu, diperlukan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya kebudayaan.

“Keberlangsungan budaya daerah tidak lepas dari generasi muda, jika generasi muda memilki kecintaan dan serta ikut serta untuk melestarikan budaya daerahnya, maka budaya tersebut akan tetap ada disetiap generasi” Kata Turmudhi.

 “Pemuda harus menjadi aktor terdepan dalam memajukan budaya daerah, sehingga budaya asing yang masuk yang ke daerah tidak merusak, mempengaruhi atau mematikan budaya daerah tersebut dan dapat dilestarikan budaya daerah Indoonesia” tegasnya

Turmudhi, berharap bahwa generasi muda mau mempelajari dan mengajarkan budaya daerah pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah.

Dia pun memfasilitasi para pemuda diwilayahnya untuk mempelajari budaya daerah dengan menggandeng Sanggar Tari Nusantara.

“Selain kantor bagi petugas desa, saya upayakan balai desa ke depan harus bisa menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga, menjadi pusat aktivitas warga. Khususnya menjadi sentra pembinaan seni dan budaya desa” harapnya.

Terpisah, Ade Rosalia (23) salah seorang pelatih tari dari Sanggar Tari Nusantara menyampaikan bahwa atas arahan kades, dirinya mengajarkan tari tradisional kepada para generasi muda di wilayah Desa Candiareng  

.“Latihan menari dilakukan rutin dalam seminggu 3 kali, bertempat di balai desa atas seizin Kades” katanya disela-sela mengajar gerak dasar tari.

“Terhitung sejak dilakukan latihan tari, sekarang sudah dilakukan sebanyak 10 kali pertemuan” lanjutnya
Dia pun menambahkan bahwa saat ini peserta latihan tari mencapai 30 an, dan semuanya adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Peserta latihan semuanya masih berstatus pelajar, mereka antusias mengikuti kegiatan latihan menari tarian tradisonal.” terangnya.

“Mengingat jumlah peserta tari maka saat latihan, peserta kami bagi menjadi 2 kelompok, tujuannya untuk menghindarkan kerumunan di masa pandemi Covid-19 sesuai amanat Kepala Desa” Lanjutnya.

(Muh)

Artikel Terkait