Reduce bounce ratesindo Mendagri Kok Begini - Indometro Media

Mendagri Kok Begini

Mendagri Kok Begini
Foto
INDOMETRO.ID-  Mendagri Tjahjo Kumolo mungkin terlalu bersemangat saat memberikan sambutan di acara peningkatan kapasitas pemerintahan desa di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, kemarin. Saking semangatnya, sosialisasi program pemerintah justru mengarah kepada kampanye. Tjahjo bicara "STMJ" juga mengingatkan pentingnya Jokowi dua periode. Duh, kok Mendagri begini ya.


Di hadapan ribuan kepala desa, Tjahjo berkelakar tentang kuliner kas Jogja; STMJ. Dalam arti sebenarnya, merupakan kependekan dari susu telur madu jahe. Politisi PDIP itu memberikan tips sehat, minumlah STMJ setiap hari, maka kesehatan terjaga. "Di Jogja ini banyak kulinernya. Ada yang paling hebat, harus dicoba, STMJ. Susu Telur Madu Jahe. Itu harus diminum tiap hari supaya sehat," kata dia. 

Berpidato di hadapan Presiden Jokowi, Tjahjo berkelakar. Dia bercerita tentang kebiasaannya meminum STMJ. Bahkan dua kali STMJ. "Kalau saya Pak Presiden, dua kali STMJ-nya. Selain minum Susu Telur Madu Jahe, karena saya adalah anak buah Bapak Presiden Saya Tetap Milih Jokowi," ujar Tjahjo disambut tepuk tangan hadirin. 

Peryataan inilah yang dianggap sejumlah pihak sebagai curi start menjelang Pilpres 2019. Saat ini belum masuk masa kampanye Pilpres, apalagi mendaftarkan diri ke KPU. Tapi sudah ada seruan memilih Jokowi dengan istilah STMJ. 

Selain itu, Tjahjo juga menjelaskan ihwal dana desa. Salah satu program kerakyatan unggulan Jokowi. "Saya ingatkan, bantuan (dana) desa itu inisiatif dan bantuan dari Bapak Presiden Jokowi,"  tegas Tjahjo. Selama ini banyak pihak yang mengklaim dana desa bukanlah program Jokowi. Padahal, Jokowi sengaja menganggarkan dana desa untuk mempercepat pemerataan pembangunan. "Ini penting Bapak Presiden, banyak orang yang mengaku-ngaku (program dana desa) dari saya, dari si A, dari si B," ujarnya. 

Di akhir sambutan, Tjahjo meneriakkan yel-yel yang disambut ribuan kades. "Desa," teriak Tjahjo. "Maju," sahut para kades. "Desa," lanjut Tjahjo. "Sejahtera," jawab para kades. "Bapak Jokowi," teriak Tjahjo. "Presidenku," sahut kades. 

Lagi-lagi, Tjahjo memberikan pernyataan bernada kampanye. "Ingat dua kali, dua kali. Supaya anggaran desa bisa lima tahun ke depan pasti akan ditingkatkan," pungkasnya. 

Setelah Tjahjo, giliran Jokowi pidato. Ribuan kades yang berkumpul terlihat sangat antusias. Sampai-sampai ada yang meneriakkan kata-kata berbau kampanye. Misalnya, lanjutkan.. 

Di sesi tanya jawab, seorang kades asal Temanggung, Yamsudi, maju ke atas panggung. Yamsudi diminta Jokowi membaca Pancasila. Dia lancar melafalkan. Tanpa disangka-sangka seusai membacakan Pancasila, Yamsudi berteriak ke arah hadirin. "Hidup Pak Jokowi," teriaknya. "Hidup," sahut para kades. "Hidup Pak Jokowi," teriak Yamsudi mengulang. "Hidup," balas hadirin. "Lanjutkan!" ucap Yamsudi disambut tawa ribuan kades. Jokowi tersenyum mendengar teriakan Yamsudi. 

"Jenenge kampanye niki wau (Namanya kampanye ini tadi)," ujar Jokowi disambut tawa hadirin. "Nggih mpun (ya sudah)," lanjut Jokowi. "Sepeda, Pak," pinta Yamsudi kembali diiringi tawa peserta. "Kalau sudah maju (ke atas panggung selalu) minta sepeda. Sudah, ambil, ambil," jawab Jokowi. 

Peristiwa serupa terjadi saat kades asal Kabupaten Klaten, Hari Wibowo, mendapat giliran maju ke panggung. Seusai berbicara SPJ dana desa dengan Jokowi, tiba-tiba Hari nyeletuk soal STMJ. "STMJ, Pak," kata Hari disambut tawa ribuan hadirin. 

Terpisah, pihak oposisi menyoroti tingkah laku Mendagri. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut, Tjaho sudah curi start kampanye Pilpres dengan jualan Jokowi dua periode kepada kepala desa. 

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyayangkan peristiwa ini. "Waktunya tidak tepat dan dapat dikategorikan kampanye," ujar Bagja kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, ucapan Tjahjo saat itu sebagai seorang menteri bukan anggota partai. Pihaknya tengah melakukan kajian apa tindakan atau sanksi yang akan diberikan kepada Mendagri.(rmol)

Posting Komentar untuk "Mendagri Kok Begini"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?