Renungan untuk Siswa oleh:
Zulkifli Kepala SMAN 1 Lhoksukon
![]() |
| Zulkifli |
Jika suatu hari Engkau memanggil kedua orang tua kami terlebih dahulu, jadikan kami anak-anak yang telah siap menjalani kehidupan dengan bekal iman, ilmu dan akhlak.
Aceh Utara. Indometro. Id - Anak-anakku yang saya banggakan, saya ingin mengajak kalian membayangkan satu keadaan yang mungkin sangat berat.
Bayangkan suatu pagi kalian bangun tidur.
Kalian keluar dari kamar.
Kalian mencari ayah.
Kalian mencari ibu.
Tetapi mereka tidak ada.
Tidak ada lagi suara ibu yang membangunkan kalian.
Tidak ada lagi ayah yang mengingatkan kalian.
Tidak ada lagi yang bertanya, “Sudah makan?”
Tidak ada lagi yang mengingatkan, “Jangan lupa salat.”
Tidak ada lagi tempat untuk mengadu ketika kalian gagal.
Tidak ada lagi tangan yang segera membantu ketika kalian menghadapi masalah.
Bagaimana jika suatu hari kalian harus menjalani kehidupan tanpa mereka?
Anak-anakku,
Kita sering merasa orang tua akan selalu ada.
Karena setiap hari mereka ada.
Mereka bekerja untuk kalian.
Membayar sekolah kalian.
Menyediakan makanan.
Membelikan pakaian.
Mengantar ketika kalian membutuhkan.
Bahkan ketika kalian melakukan kesalahan, sering kali orang tua yang datang menyelesaikannya.
Tetapi ingatlah satu hal:
Tidak ada manusia yang hidup selamanya.
Akan tiba waktunya kalian harus berdiri dengan kaki sendiri.
Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan hanya:
“Apa yang akan diberikan orang tua kepada saya?”
Tetapi:
“Apa yang sudah saya siapkan dalam diri saya ketika orang tua tidak lagi mampu membantu saya?”
Apakah kalian sudah bisa bertanggung jawab?
Apakah kalian sudah mampu mengurus diri sendiri?
Apakah kalian mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah ketika tidak ada guru dan orang tua yang melihat?
Apakah kalian mampu mengatakan tidak ketika teman mengajak kepada keburukan?
Apakah kalian mampu menjaga salat ketika tidak ada yang mengingatkan?
Apakah kalian mampu menjaga diri ketika memegang HP dan tidak ada yang mengawasi?
Di situlah kedewasaan kalian diuji.
Anak-anakku,
Jangan berpikir bahwa kasih sayang orang tua berarti mereka harus menyelesaikan semua masalah kalian.
Kadang-kadang orang tua membiarkan kalian menghadapi kesulitan bukan karena mereka tidak sayang.
Justru karena mereka sedang mempersiapkan kalian untuk kehidupan.
Kegagalan mengajarkan kalian bangkit.
Kesalahan mengajarkan kalian bertanggung jawab.
Kedisiplinan mengajarkan kalian mengendalikan diri.
Kesulitan mengajarkan kalian menjadi kuat.
Dan pendidikan agama mengajarkan kalian bahwa ketika seluruh manusia tidak mampu menolong, Allah selalu ada.
Karena itu, jangan hanya mengejar nilai tinggi.
Jangan hanya mengejar popularitas.
Jangan hanya mengejar jumlah pengikut di media sosial.
Jangan sampai kalian memiliki banyak teman tetapi kehilangan arah.
Jangan sampai kalian pintar berbicara tetapi tidak mampu mengendalikan perilaku.
Jangan sampai kalian memiliki masa depan yang bagus tetapi kehilangan iman.
Sekolah bukan hanya tempat untuk membuat kalian pintar. Sekolah adalah tempat mempersiapkan kalian menjadi manusia yang mampu berdiri dengan ilmu, hidup dengan akhlak, dan berjalan dengan iman.
Anak-anakku yang saya cintai,
Suatu hari nanti kalian akan meninggalkan sekolah ini.
Kalian akan kuliah.
Bekerja.
Membangun keluarga.
Mengambil keputusan sendiri.
Dan mungkin suatu saat kalian akan memahami betapa besar perjuangan orang tua kalian.
Saat itu mungkin kalian ingin memeluk mereka dan berkata:
“Ayah, Ibu, terima kasih.”
Tetapi jangan menunggu sampai kehilangan kesempatan.
Selagi mereka masih ada, hormati mereka.
Jangan membuat mereka menangis karena perilaku kalian.
Jangan membuat mereka malu karena perbuatan kalian.
Belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jaga salat.
Jaga pergaulan.
Jaga ucapan.
Jaga diri.
Dan jadilah anak yang ketika suatu hari harus berjalan sendiri, tidak mudah tersesat karena sudah memiliki bekal iman, ilmu dan akhlak.
Ingatlah kalimat ini:
Orang tua tidak selamanya bisa menggenggam tangan kita.
Tetapi mereka berharap ketika tangan mereka tidak lagi menggenggam kita, Allah yang menggenggam dan menjaga kita.
Maka mulai hari ini, jangan hanya bertanya:
“Apa yang sudah orang tua lakukan untuk saya?”
Tetapi tanyakan kepada diri sendiri:
“Apa yang sudah saya lakukan untuk menjadi anak yang pantas membahagiakan mereka?”
Semoga ketika suatu hari kita harus berjalan tanpa mereka, kita tetap mampu berdiri.
Tetap mampu memilih yang benar.
Tetap mampu menjaga kehormatan diri.
Tetap mampu menjalankan kewajiban kepada Allah.
Dan tetap menjadi manusia baik yang membuat orang tua tersenyum, bahkan ketika mereka sudah tidak berada di sisi kita.
Mari kita berdoa.
Ya Allah, Tuhan kami.
Ampunilah dosa kami, dosa ayah dan ibu kami, serta dosa guru-guru kami.
Berikanlah kesehatan dan umur yang penuh keberkahan kepada kedua orang tua kami.
Jadikan kami anak yang berbakti, anak yang bertanggung jawab, anak yang menjaga kehormatan diri dan keluarga.
Ya Allah, berikan kami ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, hati yang kuat dan iman yang kokoh.
Jauhkan kami dari pergaulan buruk, dari kemaksiatan, dari kesombongan, dari penyalahgunaan teknologi, dan dari segala sesuatu yang dapat menghancurkan masa depan kami.
Ya Allah, jika suatu hari Engkau memanggil kedua orang tua kami terlebih dahulu, jadikan kami anak-anak yang telah siap menjalani kehidupan dengan bekal iman, ilmu dan akhlak.
Dan jika suatu hari Engkau memanggil kami terlebih dahulu, jadikanlah kami anak yang telah meninggalkan kebaikan dan amal yang dapat menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kami.
Ya Allah, sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil.
Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa.
Aamiin ya Rabbal 'alamiin.




Posting Komentar untuk "MENYIAPKAN DIRI HIDUP TANPA ORANG TUA"