Reduce bounce ratesindo Merdeka Untuk Semua - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Merdeka Untuk Semua

Oleh Zulkifli, M.Pd Kepala SMAN 1 Lhoksukon

Seharusnya di hari kemerdekaan yang ke 81 ini, tidak ada lagi kakek - kakek renta yang mendayung becak demi mencari sesuap nasi. Tidak ada guru dipekerjakan dengan upah jauh di bawah UMR, dan jangan ada orang yang tinggal di gubuk reot, di bawah jembatan, di pinggir kali untuk bertahan hidup. Sementara ada sekelompok manusia hidupnya hedon.

Aceh Utara. Indometro. Id - Kemerdekaan bukan sekadar upacara, bendera berkibar, atau pidato tentang perjuangan. Kemerdekaan seharusnya terasa dalam kehidupan rakyat: ketika hukum berlaku adil, pendidikan dapat diakses semua anak, pelayanan publik tidak membeda-bedakan, dan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Sudah 81 tahun Indonesia merdeka. Namun, pertanyaan penting tetap layak kita ajukan: apakah kemerdekaan benar-benar telah dirasakan oleh semua orang?

Jangan sampai kata merdeka hanya menjadi milik mereka yang memiliki jabatan, kekuasaan, koneksi, dan modal. Jangan sampai keputusan publik lebih mudah berpihak kepada para pejabat, para konco, dan kelompok oligarki, sementara rakyat biasa harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan hak yang semestinya.

Pejabat adalah pelayan masyarakat, bukan pemilik negara. Jabatan bukan tiket untuk mendapatkan keistimewaan tanpa batas. Kekuasaan bukan alasan untuk menutup telinga terhadap kritik. Justru semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk memastikan bahwa keadilan dirasakan oleh mereka yang berada di bawah.

Begitu pula dengan orang-orang yang berada di sekitar kekuasaan. Jangan menjadikan kedekatan sebagai jalan pintas untuk memperoleh kesempatan, proyek, jabatan, atau perlakuan khusus. Negara tidak boleh berjalan berdasarkan siapa yang dekat dengan penguasa, tetapi berdasarkan aturan, kompetensi, integritas, dan keadilan.

Lebih berbahaya lagi apabila kekuasaan bertemu dengan oligarki, lalu kepentingan rakyat menjadi nomor sekian. Kebijakan publik semestinya tidak boleh menjadi alat untuk memperkaya kelompok tertentu. Sumber daya negara adalah amanah yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Kemerdekaan juga harus hadir di sekolah. Anak dari keluarga sederhana harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu dengan anak dari keluarga berada. 

Guru harus dapat mengajar dengan profesional tanpa dibebani kepentingan yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu, karakter, kreativitas, dan keberanian berpikir.

Jangan sampai pendidikan hanya menghasilkan anak-anak yang pandai mengikuti perintah, tetapi tidak berani mempertanyakan ketidakadilan.

Pendidikan yang merdeka harus mengajarkan keberanian untuk berpikir, kejujuran untuk berkata benar, dan tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

Kemerdekaan juga berarti masyarakat boleh menyampaikan kritik kerena Kritik bukan ancaman. Kritik adalah salah satu cara mengingatkan pemegang kekuasaan agar tidak keluar dari jalur.

Pemimpin yang kuat tidak takut kepada kritik. Ia justru membutuhkan orang-orang yang berani mengatakan, “Ini salah,” ketika sesuatu memang salah.

Jangan hanya mengelilingi diri dengan orang-orang yang selalu berkata, “Siap, benar, bagus, dan sempurna.” Karena pemimpin yang hanya mendengar pujian pada akhirnya bisa kehilangan kemampuan melihat kenyataan.

Bangsa yang merdeka tidak seharusnya dibangun dengan ketakutan. Rakyat tidak boleh takut menyampaikan aspirasi. Guru tidak boleh takut menyampaikan kebenaran. Aparatur tidak boleh takut menjalankan aturan dengan benar. Anak-anak muda tidak boleh takut bermimpi hanya karena mereka bukan berasal dari keluarga berpengaruh.

Kita membutuhkan Indonesia di mana anak petani dapat menjadi pemimpin, anak nelayan dapat menjadi ilmuwan, anak guru dapat menjadi pejabat, dan siapa pun dapat mencapai cita-citanya melalui kerja keras dan kompetensi bukan karena koneksi. Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Merdeka bukan berarti bebas melakukan apa saja. Merdeka berarti bebas dari penindasan, bebas dari ketidakadilan, bebas dari diskriminasi, dan memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bermartabat dengan tetap menghormati hukum dan hak orang lain.

Karena itu, di momentum kemerdekaan ini, jangan hanya bertanya: “Apa yang sudah diberikan negara kepada saya?” Tetapi tanyakan pula: “Apa yang sudah saya lakukan agar kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh orang lain?”

Jika kita ingin Indonesia maju, jangan bangun negara untuk kelompok sendiri. Jangan jadikan jabatan sebagai alat memperkaya lingkaran pertemanan. Jangan biarkan kekuasaan menjadi tameng bagi kepentingan segelintir orang.

Indonesia harus merdeka untuk semua.

  • Untuk rakyat kecil.
  • Untuk guru.
  • Untuk petani.
  • Untuk nelayan.
  • Untuk buruh.
  • Untuk anak-anak di pelosok.
  • Untuk generasi muda.
  • Untuk mereka yang tidak punya koneksi.
  • Untuk mereka yang tidak punya kekuasaan.

Merdeka bukan hanya untuk pejabat. Bukan hanya untuk para konco. Bukan hanya untuk oligarki. Merdeka adalah hak seluruh rakyat Indonesia.

Dan tugas kita bersama adalah memastikan bahwa kemerdekaan itu tidak berhenti sebagai kata dalam pidato, tetapi benar-benar hadir dalam keadilan, pelayanan, pendidikan, kesempatan, dan kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar untuk "Merdeka Untuk Semua"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?