Ruteng, NTT, Indometro.id – Aula Asumpta Katedral Baru Ruteng dipenuhi wajah-wajah penuh harapan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ribuan anggota hadir dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Mawar Moe—sebuah forum yang bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang perjumpaan antara kepercayaan, kerja kolektif, dan masa depan ekonomi anggota.
Di tengah suasana hangat itu, satu pesan sederhana namun kuat kembali digaungkan: “Engkau susah aku bantu, aku susah engkau bantu.” Sebuah prinsip lama yang tetap relevan, bahkan di tengah perubahan zaman saat ini.
Koperasi yang Tumbuh dari Kepercayaan
Ketua Pengurus KSP Kopdit Mawar Mo,e, Jefrin Haryanto, membuka kisahnya dengan cerita seorang anggota lama. Bukan tentang pinjaman, melainkan tentang perubahan hidup.
“Dulu saya datang dengan rasa takut karena hidup penuh kekurangan. Hari ini saya datang dengan percaya diri karena koperasi membantu saya berdiri di kaki sendiri.”
Cerita itu menjadi refleksi bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi ruang kemanusiaan—tempat orang kecil menemukan pijakan untuk bangkit.
Mengusung tema “Mawar Moe Berdampak, Anggota Berdaya”, koperasi ini menegaskan komitmennya: bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari perubahan nyata dalam kehidupan anggota.
Lonjakan Anggota dan Kinerja Keuangan Solid
Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan KSP Kopdit Mawar Moe terbilang impresif. Jumlah anggota meningkat dari 4.217 orang pada 2020 menjadi 7.018 orang di akhir 2025.
Tak hanya itu:
Aset melonjak dari Rp21,1 miliar menjadi Rp42,5 miliar
SHU mencapai Rp1,2 miliar
Pendapatan tembus Rp5,6 miliar
Kredit macet berhasil ditekan dari 16,1% menjadi 10,3%
Sebagian besar anggota—sekitar 70 persen—berasal dari kalangan petani. Ini menegaskan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di Manggarai.
Koperasi Sehat Nomor Satu di NTT
Prestasi membanggakan datang ketika koperasi ini dinobatkan sebagai koperasi paling sehat di Provinsi NTT dengan skor 88,11%.
Penjabat Sekda Manggarai, Lambertus Paput, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi mikro.
“Koperasi kredit bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi jantung kebangkitan usaha masyarakat.”
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh.
Digitalisasi dan Adaptasi Zaman
Sejak 2016, Mawar Moe telah berinvestasi pada teknologi melalui sistem SIKOPDIT dan kini berkembang dengan platform digital untuk memudahkan transaksi anggota.
Langkah ini menjadi jembatan penting untuk menjangkau generasi muda—khususnya Gen Z—yang kini mulai dilibatkan secara aktif.
Saat ini, sekitar 20% anggota berasal dari kalangan muda. Angka ini terus didorong meningkat.
“Koperasi tidak boleh hanya menjadi milik generasi lama. Ia harus menjadi gaya hidup baru bagi anak muda,” tegas Jefrin.
Menghadapi Tantangan: Antara Peluang dan Ancaman
Di balik pertumbuhan yang positif, tantangan tetap ada. Munculnya lembaga keuangan yang menawarkan bunga tinggi hingga 20% menjadi ancaman serius.
Namun, Mawar Moe memilih tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan kesejahteraan anggota.
“Jangan sampai lembaganya mentereng, tapi anggotanya melarat.”
Kebijakan tegas pun diambil, termasuk menonaktifkan anggota yang tidak aktif selama sembilan tahun ke atas yang tidak aktif lagi demi menjaga kualitas keanggotaan.
Arah Baru: Pertanian dan Program Nasional
Ke depan, koperasi ini tak hanya fokus pada simpan pinjam. Pengurus menyiapkan proyek percontohan pertanian berbasis kelompok anggota di berbagai desa.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi menyambut program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan sekitar 38% pinjaman digunakan untuk usaha produktif, arah transformasi ekonomi anggota semakin nyata.
Rumah Tumbuh Ekonomi Anggota
Bagi Jefrin, Mawar Moe bukan sekadar institusi.
“Mawar Moe adalah rumah tumbuh ekonomi anggota.”
Sebuah rumah yang dibangun dari kepercayaan, dijaga dengan kebersamaan, dan diwariskan lintas generasi.
RAT ini juga diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis kepada anggota seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Manajer KSP Kopdit Mawar Mo,e Maria Deby Minarni (Dewi) menerangkan, dalam pelaksanaan tugas, manajemen koperasi tidak terlepas dari beberapa tantangan.
” Dalam perjalanannya, Koperasi Mawar Mo,e tentunya tidak terlepas dari tantangan. Keberadaan koperasi lain, dan hadirnya koperasi pemerintah akan menjadi tantangan kedepan,” Ungkap Dewi.
Ia juga menyebutkan, strategi internal akan dipikirkan demi keberlanjutan kegiatan koperasi Mawar Moe.
“Dengan kinerja positif dan dukungan anggota, Mawar Moe optimistis terus berkembang sebagai koperasi yang sehat, kuat, dan berdampak,” Pungkas Dewi.
Kopdit ini juga sering mendatangi nasabah guna mengetahui kebutuhan riil mereka.
Tidak saja itu, lanjutnya, Kopdit yang berdiri sejak 27 tahun silam ini sering membagikan tips edukasi keuangan keluarga di Manggarai. Artinya setiap pendapatan bulanan keluarga perlu dimanfaatkan secara seimbang antara kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan dan menabung, ungkapnya.
RAT ke-27 ini bukanlah akhir, melainkan titik tolak menuju koperasi yang lebih inklusif, modern, dan berdampak—di mana Gen Z tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama masa depan koperasi. (****)





Posting Komentar untuk "KSP Kopdit Mawar Moe Kian Kuat, Tumbuh Pesat, RAT ke-27 Dorong Peran Gen Z dalam Ekonomi Kerakyatan"