Ticker

6/recent/Ticker-posts

KLARIFIKASI PIHAK RSUD TEUKU UMAR TERKAIT VIDEO YANG BEREDAR DI MEDSOS BARU BARU INI


Aceh, .indometro.id - "Baru baru ini beredar sebuah video yang memperlihat seorang penderita sesak nafas yang dikatakan dalam video tersebut ditolak pengobatannya oleh pihak rumah sakit karena tidak mau menandatangani sebagai pasien covid 19, lewat video yang berdurasi singkat 24 detik tersebut keluarga pasien marah marah dengan pihak rumah sakit Teuku Umar.

"Namun pihak rumah sakit membantah keras hal itu dan pihak rumah sakit klarifikasi permasalahan yang sebenarnya terjadi biar tidak beredar berita hoak di luar sana, Dr. Eka Rahmayuli selaku Direktur di RSUD Teuku Umar berkata pada media, Itu kejadian hari senin pagi tepatnya tanggal 05/10/2020,pasien penurunan kesadaran dengan sesak berat, setelah dilakukan pemeriksaan lab dan radiologi dicurigai covid dan di sarankan rawat di ruang pinere, tapi keluarga pasien menolak tanda tangan inform consent (surat persetujuan rawat), dan aturan aturan yg ada di Ruangan rawat di ruang pinere karena ada point yg menyatakan jika pasien yg di curigai covid meninggal dunia maka akan dilakukan prosedur kesehatan covid, imbuhnya

"Keluarga sempat marah marah dan mengancam petugas, tetapi setelah di edukasi akhirnya pasien di rawat di ruang pinere, pasien sekarang masih di rawat di RSUDTU,

"Pihak rumah sakit tidak berani mengambil resiko pasien yg di curigai covid di rawat di ruang biasa karena bisa beresiko terhadap pasien lain dan petugas kesehatan, sambungnya

"Jadi bukan pihak rumah sakit yang menolak pasien, tapi keluarga yg tidak mau mengikuti peraturan rumah sakit, Keluarga meminta pasien di pulangkan tetapi setelah di edukasi akhirnya pasien di rawat di Pinere. Tetapi tidak mau di lakukan pemeriksaan swab,"tutupnya.

(Abdul Razak)