Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Hingga Hari Ini Belum Bisa Di Padamkan Dan Terus Meluas - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, September 13, 2019

Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Hingga Hari Ini Belum Bisa Di Padamkan Dan Terus Meluas

Baca Juga

Kebakaran hutan di Gunung Merbabu terlihat dari Selo, Boyolali
ist

INDOMETRO.ID – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah hingga hari ini, Sabtu pagi, 14 September 2019 belum bisa dipadamkan hingga terus meluas areanya. 

Bahkan, kebakaran merambat hingga ke beberapa wilayah di Kabupaten Boyolali.

Diperkirakan hingga Sabtu dini hari tadi, sebanyak 260 hektare (ha) hutan dan lahan terbakar di wilayah Gunung Merbabu. 

Titik api masih di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu dan belum sampai ke desa, tapi kebakaran telah merusak sejumlah saluran air warga.

Ada sekitar tiga sumber mata air atau tuk, yang pipa saluran airnya jadi korban kebakaran lahan dan hutan di wilayah tersebut. 

Ketiganya, yakni Tuk Teyeng di Desa Gondangsari, jalur Pakis, Magelang; Tuk Klanting di Desa Tajuk, jalur Kopeng, Kabupaten Semarang; dan Tuk Sipendok di Desa Ngagrong dan Candisari, jalur Ampel, Kabupaten Boyolali.
Bahkan, jalur pendakian Merbabu lewat Selo terbakar dan merambat hingga ke arah timur menuju Ampel di Dusun Ngangrong, Boyolali. 

Pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Merbabu ini masih dilakukan secara manual dengan bantuan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Karena upaya dengan cara manual belum berhasil memadamkan api, maka pemerintah daerah setempat akan memadamkan api lewat udara dengan menggunakan helikopter water booming.

Sementara Balai Taman Nasional Gunung Merbabu telah melakukan penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu demi keselamatan warga dan pendaki sejak Kamis, 12 September 2019 lalu. 

Pihaknya pun fokus melakukan upaya pemadaman dan mengantisipasi agar kebakaran tak terus melebar. 

Mereka telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya BPBD, TNI, polisi, pengelola basecamp pendakian, relawan dan masyarakat.   

Berita ini telah di terbitkan dan bersumber dari viva

No comments:

Post a Comment