-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

SMKN 1 Bangil Melakukan Pungutan dan Penahanan Ijazah

Sabtu, 21 Mei 2022, Mei 21, 2022 WIB Last Updated 2022-05-21T13:19:45Z
iklan disini :



Pasuruan - indometro.id

Diduga SMKN 1 Bangil Kabupaten Pasuruan melakukan pungutan dan penahanan ijazah siswa yang sudah lulus. 


Pengurus DPD Lembaga Pemantau Pembangunan dan kinerja Pemerintah (LP2KP) Kabupaten Pasuruan Abdul Qodir Barik selaku wakil ketua datangi SMKN 1 Bangil Kabupaten Pasuruan yang diduga melakukan pungutan dan penahanan ijazah siswa pada siang hari Rabu 18/05/2022. Disayangkan kunjungannya LP2KP tidak berjumpa dengan kepala sekolah karna ada tugas di luar. 

Abdul Qodir Barik di temui oleh Waka Kesiswaan dan sedikit menjelaskan terkait larangan Pungutan pada peserta didik/wali murid dengan dalih apapun baik itu infak atau lainnya, yang diperbolehkan hanyalah sumbangan atau pemberian yang bersifat tidak wajib dan mengikat sesuai dengan permendikbud no 75 tahun 2016 dan larangan  penahanan ijazah yang sudah jelas dilarang oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan. Barik juga menegaskan bahwa kehadirannya ke SMKN 1 Bangil berdasarkan adanya aduan dari wali murid dan pernyataan dari murid kalau ijazahnya belum boleh di ambil sebelum melunasi adanya tunggakan di SMKN 1 Bangil, selain itu Barik juga mengantongi bukti rekaman video beberapa murid SMKN 1 Bangil yang isinya tentang adanya  pembayaran dengan berupa  infak bulanan mulai dari 160ribu untuk murid kelas 10, 180ribu untuk murid kelas 11, 200ribu untuk murid kelas 12 dan uang infak itu oleh murid/peserta didik SMKN 1 Bangil disalurkan melalui wali kelas nya masing-masing dalam tiap bulannya jika telat maka pihak sekolah mengingatkan dan harus dibayar dobel dibulan berikutnya.



Pada malam hari nya kepala sekolah SMKN 1 Bangil diklarifikasi via telfon  oleh wartawan indometro, Kepala Sekolah SMKN 1 Bangil membantah atas adanya penahanan ijazah dan pungutan pada peserta didik/wali murid, dia mengkonfirmasi kalau adanya infak itu adalah urusannya pihak komite SMKN 1 Bangil bukan pihak sekolahnya jika benar maka kepala sekolah dalam telfon itu siap untuk diperkarakan.

Tidak puas atas respon dari kepala sekolah via telfon dengan awak media dan wapri dengan wakil ketua DPD LP2KP Kab. Pasuruan. Barik melanjutkan datangi kerumahnya ketua komite SMKN 1 Bangil namun disana dia tidak ada hanya nemui putranya yang kemudian ditelfun kan dan ketua komite memberi keterangan jika adanya infak atas adanya kesepakatan dalam rapat komite dan wali murid untuk pelayanan peningkatan pendidikan dan menganggap bantuan BOS serta BPOPP SMKN 1 Bangil tidak cukup. Sedang untuk adanya penahanan ijazah pihak komite siap memberi perintah pada pihak SMKN 1 Bangil untuk segera membagi ijazah yang masih ada disana tanpa membayar atau melunasi adanya tunggakan yang dikeluhkan wali murid selama ini.

namun Barik tetap menganggap bahwa infak itu adalah bagian dari pungutan yang dikondisikan seakan-akan itu adalah sumbangan. tidak puas dengan konfirmasi dari ketua komite SMKN 1 Bangil, Barik akan mengkomunikasikan dan melaporkan pada dinas pendidikan provinsi dan Gubernur Jawa timur dengan bukti surat2 aduan wali murid, surat pernyataan murid dan rekaman video murid atas adanya infak bulanan di SMKN 1 Bangil Pasuruan, dan kami Pengurus DPD LP2KP Kabupaten Pasuruan  siap melaporkan pada pihak Kepolisian  Daerah Jawa Timur atas adanya pungutan berkedok infak dan penahan ijazah.

Kami selaku ketua LP2KP Kab Pasuruan Subkhi Abdullah memohon kepada kepala dinas terkait untuk menindak sekolah yang masih membandel melakukan pungutan dalam bentuk apapun. karena  itu sudah merupakan amanah dari bunda Khofifah selaku gubernur Jawa timur tuturnya. (Dayat) 
Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+