Dugaan pelanggaran K3 PT.San Xiong Steel Indonesia, Disnakertrans Di Nilai Tidak Serius


PT.San Xiong Steel Indonesia Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan


Lampung Selatan, Indometro.id -Kecelakaan Kerja yang diduga sering terjadi di PT. San Xiong Steel Indonesia yang berada di Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan, beberapa waktu yang lalu menimpa Idris (40) yang santer di beritakan di berbagai media cetak maupun media online, saat ini menjadi polemik dan pembicaraan ditengah masyarakat serta menjadi pertanyaan besar bagi publik yang ditujukan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung, hal tersebut dikarenakan tidak adanya informasi jelas sampai saat ini bagaimana hasil dan tindak lanjut pemeriksaaan terhadap PT.San Xiong Steel Indonesia mengenai Sistem manajemen Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). 

Sebelumnya pihak Awak media menyambangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung, Kamis (24/06/2021) dan langsung di sambut oleh Agus Wahyudi dan Adi selaku pengawas di Dinas tersebut. Berjalannya waktu awak media mencoba mengkonfirmasi Agus Wahyudi melalui via telepon tapi sayangnya sampai empat kali panggilan via telepon tidak di angkat, konfirmasi di lanjutkan via Whatsapp pun hanya di baca dan tidak memberikan balasan atau tanggapan, Jumat (02/07/2021).

Dengan tidak ada jawaban pihak Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung, terkait konfirmasi dari pihak awak media mengenai kecelakaan kerja yang telah menimpa Idris (40), ada dugaan ketidak seriusan Dinas terkait dalam menangani atau melakukan proses penanganan pemeriksaan (K3) di perusahaan tersebut, diketahui telah terjadi Kecelakaan Kerja yang menimpa Idris (40) dengan kondisi sampai kritis, ada dugaan kelalaian K3 yang di terapkan dan di jalankan oleh PT.San Xiong Steel Indonesia.

Sementara itu pihak PT.San Xiong Steel Indonesia setali tiga uang dengan Disnakertrans,saat di hubungi awak media melalui pesan WhatsApp,dibaca namun tidak ada jawaban.

Salah seorang masyarakat yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, kami bersyukur dengan adanya perusahaan di wilayah kami, dengan begitu masyarakat khususnya domisili Kecamatan Katibung bisa bekerja dan mengurangi penganggurann, Tetapi harus diingat dan diperhatikan juga, jangan sampai perusahaan tidak menerapkan sistem manajemen keamanan dan keselamatan pekerja yang telah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan, pada akhirnya sering terdengar banyak karyawan yang mengalami kecelakaan pada saat sedang bekerja,"harus ada perlindungan terhadap tenaga kerja,tegasnya.

“Apalagi terkait Keselamatan dan Keamanan dalam suatu pekerjaan itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada, kami rakyat kecil cuma bisa pasrah karena yang mengawasi di bidang itu kan ada, harusnya pengawasnya lihat, jika ada kesalahan dari perusahaan dalam menerapkan K3 bagi karyawan saat bekerja maka harusnya ditindak, jangan sampai pekerja yang akan dirugikan dengan minimnya Keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaannya”. Tambahnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang atau mempunyai resiko tinggi dan berbahaya wajib memiliki ahli K3 yang bersertifikat,ahli K3 sendiri merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi pekerjaan ditempat kerjanya agar sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga dapat mengurangi resiko dan insiden.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung. (tim/Hsn)



Baca Juga :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama