Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pekerja San Xiong Steel Sekarat Terkena Potongan Besi Tabung Gas









KATIBUNG – PT. San Xiong Steel Indonesia kembali jadi sorotan publik. Dua bulan belakangan, dua kejadian menimpa para pekerja pabrik yang beroperasi di bidang pengolahan besi di Desa Tarahan Kecamatan Katibung tersebut.

Teranyar, insiden mengerikan harus dialami Idris (40). Idris sekarat usai dihantam besi tabung gas yang dipotong oleh rekannya sendiri. Potongan besi tabung gas itu terpental menghantam kepala Idris; mata, saraf, pembuluh darah korban dikabarkan pecah akibat insiden, Sabtu (19/6/2021) pukul 16.00 WIB.

Idris kini terbaring di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Nyaris sebagian kepalanya dibalut dengan perban yang sudah berlumur darah, Warga Dusun Sukabandung Desa Tarahan itu masih hidup namun tampak sekarat akibat aktivitas yang diduga tanpa perlengkapan safety.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kalianda Husni menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya menemui direksi PT. San Xiong Steel Indonesia untuk menkonfirmasi atas apa yang menimpa pekerja tersebut.

“ Iya, korban orang Sukabandung Desa Tarahan. Ini sudah kejadian yang kedua bulan ini. Bulan kemarin juga ada, kalau yang kemarin dua orang terkena semburan besi cair, besi cair masuk ke dalam baju pekerja,” ungkap Husni, Minggu (20/6/2022).

San Xiong Steel seperti terjerembab dalam lubang yang sama berkali-kali. Sebab kasus semacam ini sudah berkali-kali menimpa pekerjanya. Pentolan LBH Kalianda ini mengaku tak habis pikir ihwal pengawasan dan safety para pekerja disana, apakah tak diperhatikan pakaian safety pekerjanya?

“Dulu kan sudah pernah juga ditutup itu (PT. San Xiong Steel Indonesia.red) tapi kayaknya sebentar aja. Kabarnya, awal mula peristiwa ini mereka membelah tabung gas, yang kena yang diatas bukan yang membelah. Karena begitu tabung itu belah, potongannya nyembur ke atas posisi korban berada di atas, sementara itu yang kami dengar dari pekerja,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Dewan Anak Adat (DAA) Kabupaten Lampung Selatan Andi Azis mempertanyakan kerja pengawas terhadap pekerja disana. Andi Azis menduga pengawasan terhadap safety pekerja tak dilakukan sehingga kejadian semacam ini acap menelan korban.

“ Human eror pengawasan nggak benar. Kami dengar pengawasnya orang asing. Mestinya siapapun pengawasnya dia harus perhatian terhadap pekerjanya, utamanya baju safety atau pakaian pelindung,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari direksi PT. San Xiong Steel Indonesia. YLBH Kalianda yang berupaya menemui pihak perusahaan juga belum mendapat penjelasan mengenai insiden mengerikan yang menimpa Idris. (Tim/Hsn)


Artikel Terkait